Hai semuanya!

Di blog post kali ini aku mau ulas tentang satu brand lokal yang enggak tau kenapa, aku rasa kurang kedengeran ‘heboh’ gaungnya. Entah mungkin karena ‘adik dari Make Over & Wardah ini lahir paling bontot, entah memang karena tujuan pasarnya lebih mengarah ke anak remaja sehingga perempuan dengan umur tanggung seperti aku kurang ‘mengenal’ brand ini. Padahal, Emina really needs more attention because they deserve it!

Pertama kali kenal Emina adalah ketika Emina buka salah satu Playground – sebutan untuk store-nya Emina – di Bandung, tepatnya di Cihampelas Walk (Ciwalk) sekitar awal tahun lalu. Dekorasi tokonya serba pastel: pink pastel, turquoise, kuning pastel… dari situ aku pikir Emina adalah brand dari Korea karena langsung mengingatkan aku pada Etude House. Yang bikin kaget adalah harganya. Semuanya serba murah meriah! Dulu aku beli lipstik Creme de la Creme-nya Emina dengan harga 35,000 satuannya. Waktu itu aku beli shade Emma’s Nude dan Charlotte’s Pink.

emina-lippielustcom-12

Foto diambil dari instagram Lippielust © Juni 2015  #EminabyLippielust

Lalu, disambung dengan beli all shades-nya Emina Sugar Rush bulan Juni 2016, yang sebenernya sih menurutku punya formula yang mirip dengan Creme de la Creme. Emang sih kalau soal lipstik, aku (atau kita?) gak akan pernah puas kalau cuma beli sekali. Hahaha..

Nah, karena sekarang ini lagi musimnya liquid-to-matte lipstick, jadi wajar aja kalau Emina ‘nyusul’ kedua kakaknya untuk ikut arus. Kerennya, menurutku Emina memiliki formula yang relatif lebih nyaman ketika dipakai karena sangat ringan.

emina-lippielustcom-11

I really should thank @makeoverid_shop di Instagram yang mengirimkan satu paket berisi ketujuh shade Emina Creamatte untuk aku review. Risa dari Makeoverid_shop mengirimkan paket box Emina edisi Disney © Alice Through The Looking Glass! Isinya:

emina-lippielustcom-10

Emina Creamatte, Emina Green Tea Latte Face Mask, Alice Through The Looking Glass card, dan juga Alice Through the Looking Glass tote bag (yang gak sempet aku foto karena keburu aku pake) Haha..

Walaupun Risa (iya, nama owner online shop-nya sama kayak aku) gak minta aku untuk review, cuma ya udah pasti dong aku akan review apalagi kalau aku suka sama produknya. Sekarang kita mulai yuk reviewnya!

img_9626

ABOUT THE BRAND

Ada yang menarik ketika aku meneliti asal muasal Emina Cosmetics. Satu skripsi dari Universitas Mercubuana mengangkat langsung Emina Cosmetics sebagai obyek studinya. Aku akan cite dua paragraf dari skripsi tersebut karena memang sangat layak untuk dibaca:

Setelah sukses selama bertahun – tahun dengan berbagai produk dari brand Wardah, PT. Paragon Technology & Innovation (PTI) ingin melebarkan targetnya ke pasar anak remaja. Maka, lahirlah brand Emina Cosmetics. PTI mengharapkan dengan lahirnya brand Emina Cosmetics, produk – produknya dapat mengusai pasar kosmetik di Indonesia dan mencapai target keuntungan perusahaan selama 5 tahun. Emina Cosmetics ini memiliki karakteristik pure, friendly, practical, honest, pure, humble, sweet, dan easy going.
Brand ini beranggapan, wanita cantik itu tidak harus mereka yang populer, namun mereka yang nyaman dengan diri mereka sendiri. Bukan mereka yang berdandan menor, tapi mereka yang berdandan natural namun me mperlihatkan senyum manis khas mereka sendiri. Karena brand Emina Cosmetics ini yakin, kalau setiap wanita itu cantik. Dan make up tidak akan menutup inner beauty kamu, karena beauty is a spirit and make up is an art. Emina Cosmetics ingin menjadi sahabat bagi gadis-gadis remajaitu untuk mempercantik diri mereka dengan sentuhan kosmetik yang natural dan sesuai dengan karakter diri mereka. Itulah yang membuat brand Emina Cosmetics memiliki slogan Born To Be Loved.
Sumber

born-to-be-loved

Yang bikin skripsi ini siapa? Hayo ngaku! Hihihi.. Kalau baca, komen dibawah ya, supaya aku bisa masukkan nama kamu disini.

Nah, jadi intinya.. Satu kata untuk Emina, keren! Kalau menurutku, memang udah saatnya produk Indonesia dihargai oleh bangsanya sendiri, di negeri sendiri. Gak mau kalah dari brand-brand luar, Emina pun ‘muncul’ di tengah-tengah ramenya influence Korea di Indonesia.

Harga yang ditawarkan Emina pun tergolong sangat terjangkau. Dengan desain produk dan juga konsep yang sangat kuat, aku yakin Emina akan lebih dikenal lagi bahkan kalau perlu sih melebarkan sayap ke luar negeri juga. Sekarang sih tinggal pola pikir kitanya, karena beli barang lokal bukan berarti ‘gak punya uang untuk beli barang impor’. 😉

THE INGREDIENTS

emina-lippielustcom-4

Kalau kurang jelas:

Cyclopentasiloxane, Isododecane, Trisiloxane, Dilsostearyl Malate, Capyryl Methicone, Trimethyisiloxysilicate, Synthetic Beeswax, Disteardimonium Hectorite, Aluminum Startch Octenylsuccinate, Propylene Carbonate, Silica Dimethyl Silyate, Cetyl Dimethicone, Tocopheryl Acetate, Propylparaben, Fragrance, Talc, Aluminum Hydroxyde, Triethoxycaprylysilane.

Yup, produk ini punya propylparaben. Jadi yang merasa punya alergi terhadap Paraben, lebih baik dihindari. Juga produk ini punya Talc, jadi siapapun yang merasa alergi terhadap talc, lebih baik dihindari. Yang menarik adalah: Aluminum Startch Octenylsuccinate. Ternyata, komposisi inilah yang bikin Emina Creamatte lembut ketika dipakai, enggak lengket, juga terasa sangat ringan. Aluminum Startch Octenylsuccinate berfungsi sebagai anti-caking agent, thickening agent, dan absorbent, yang kalau ada di posisi awal di ingredients list, bisa bikin produk tersebut menjadi powdery-matte (memiliki tekstur seperti bedak) seperti Emina Creamatte ini (Paula’s Choice).

PACKAGING

Box-nya Emina ini benar-benar adorable! Gak bisa bilang gak suka sama box-nya, karena memang benar-benar didesain dengan sangat baik! Setiap shade memiliki warna sesuai dengan warna shade di dalamnya, dan juga desain box yang berbeda. Misal, Shade Jelly Bean memiliki gambar permen di bagian depan box-nya, Flamingo dengan gambar (pastinya) flamingo, Frost Bite dengan gambar es krim yang udah digigit. Awwwwww.. unyu banget!

emina-lippielustcom-2

Di bagian kedua sisi kanan dan kiri, ada tulisan CREAMATTE gede lengkap dengan overlay pattern sesuai dengan temanya masing-masing!

emina-lippielustcom-5

Gak cukup sampai disitu, ‘keunyuan’ produk ini juga sampe ke bagian penamaan shade di bagian bawah box-nya dan juga botol lipstiknya itu sendiri.

emina-lippielustcom-6

Dan masih ada yang bilang kalau ini ‘biasa’? Hmmm… dengan harga 45,000 / shade-nya, kamu literally bisa saving lebih dari 300ribu-an kalau dibandingkan dengan Kylie Matte Liquid Lipstick (yang menurutku sih masih lebih enak Creamatte Emina Hihihi).

Di bagian belakang box masih ada keterangan shade, barcode, keterangan produk, komposisi produk, produsen, nomor BPOM, keterangan batch produksi, keterangan tanggal kadaluarsa (kira-kira 3 tahun jika produk sama sekali enggak dibuka dan dipakai), juga berat bersihnya: 5.5gr! Jadi walaupun botolnya mini, ternyata isinya banyak banget.

Botolnya terbuat dari plastik yang cukup tebal, bentuknya kecil sehingga gak bikin berat untuk dibawa kemana-mana. Bentuk aplikatornya juga ergonomis, tidak terlalu panjang dan memiliki sisi yang lebih miring dengan ujung yang lebih lancip untuk meratakan lip cream di bibir.

emina-lippielustcom-7

FORMULA

Oke. Sampailah kita pada saat yang paling ditunggu-tunggu yaitu pembahasan soal formula! Untuk yang udah pernah beli dan coba (and ended up loving it), pasti udah tau dong formulanya seperti apa. Aku akan coba bandingkan dengan produk dari kedua kakaknya, Make Over Intense Matte Lip Cream dan Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Make Over Intense Matte Lip Cream formulanya creamy namun sangat kental, mendekati mousse. Sekali aplikasi udah bisa nutup permukaan bibir.

Wardah Exclusive Matte Lip Cream memiliki formula creamy namun konsistensinya tidak sekental Make Over. Di beberapa shade perlu beberapa kali ulas untuk mencapai full coverage.

Emina Creamatte memiliki formula creamy tapi ringan. Di beberapa shade perlu beberapa kali ulas untuk mencapai full coverage karena memang pigmentasi warnanya tidak sebagus Make Over dan Wardah.

Jadi, kalau kalian merasa Make Over Intense Matte Lip Cream terlalu ‘berat’ ketika dipakai (walaupun hasil akhirnya menurutku malah ringan), ataupun merasa Wardah terlalu kering (karena hasil akhirnya transferproof), aku sarankan untuk coba Emina Creamatte ini.

Alasannya sederhana, Emina Creamatte jauh lebih ringan karena memang sengaja dibuat seperti itu. Tidak terlalu pigmented, karena secara logika, anak-anak abege jaman sekarang suka pakai lipstik yang memang gak terlalu keliatan ‘tua’. Jadi warna lipstik bisa bercampur dengan baik dengan warna bibir, menghasilkan warna yang lebih natural. Aku adalah pengecualian, of course. Aku lebih suka mengaplikasikan lipstik secara penuh, makanya aku gak terlalu suka sama lip stain.

Ketika diaplikasikan, pastikan bibir kamu bebas dari sel kulit mati ya! Karena formulanya yang sangat ringan, bibir kamu yang pecah-pecah jadi akan terlihat dengan jelas. Ew! Jangan lupa untuk rutin exfoliate bibir minimal 2x dalam seminggu sebelum tidur, dan lakukan lebih sering jika memang kamu memang sering sekali dehidrasi. Dan gak pernah lupa untuk ingetin, jangan lupa untuk minum yang cukup setiap hari supaya bibir kamu tetap terhidrasi dari dalam. 😉

Oia, ada satu hal yang aku gak suka dari Creamatte ini: baunya. Baunya itu tercium seperti bau kimiawi, semacam bau plastik tapi memang enggak berlebihan. Sayang, karena dari desainnya Emina Creamatte ini udah winning banget, menurutku akan sangat cocok kalau pakai fragrance yang lebih manis seperti wangi permen atau coklat.

Pertanyaan penting: lipstiknya cracking enggak? I will proudly answer: enggak sis! Bibir seolah-olah enggak pakai lipstik saking ringannya. Produk ini juga enggak meng-accentuate atau memperjelas garis-garis bibir yang kadang bikin bibir keliatan kering.

Creamatte dries to matte finish, dengan kata lain walaupun tidak dalam waktu yang cepat, lip cream ini akan mengering dan jadi matte. Lalu, apakah transferproof? Enggak. Gak transferproof bukan berarti gampang banget luntur yes! Itu artinya, lipstik tetap stay di bibir tapi bisa aja menempel dimana-mana walaupun gak parah.

LONGEVITY

Kalau ngomongin ‘daya tahan’ lipstik di bibir, pasti deh rata-rata pengen yang bisa stay seharian. Creamatte punya daya tahan atau staying power yang lumayan impresif, walaupun enggak long long banget. Just a normal thing, dia akan mudah menghilang jika dibawa makan. Mungkin sekitar 3-5 jam Creamatte bisa stay di bibir.

Walaupun produk bisa menempel dimana-mana, tenang… sisa yang ada di bibir masih akan terus menempel sampe akhirnya ketemu sama yang namanya minyak. Entah itu minyak dari makanan atau memang dari oil-based makeup remover. Malah menurutku, semakin lama kamu pakai lip cream ini, maka warna akan semakin terlihat natural di bibir. Believe me.

PRICE & WHERE TO SHOP

Harganya bervariasi, di @makeoverid_shop harganya 45,000 per shade. Borong deh sebelum kehabisan. Hahaha..

SWATCHES

SHADE LIST:

  • 01 Choco Lava (cool-toned brown) – warna coklat pure coklat, tanpa tambahan pink. Di aku Choco Lava benar-benar coklat, di teman-teman lain yang punya kulit medium to tan skintones bisa jadi warna nude yang cantik.
  • 02 Fuzzy Wuzzy (true nude) – warna nude dengan campuran coklat + pink + white pigments. Walaupun punya tone pink, tapi enggak terlalu banyak. Di kulit fair, Fuzzy Wuzzy bisa jadi warna nude yang cantik, di medium to tan, Fuzzy Wuzzy bisa jadi wash out alias akan terlihat pucat.
  • 03 Mauvelous (Warm Mauve Nude) – ini dia warna yang menurutku akan paling banyak dibeli. Gimana enggak, warnanya itu universal banget. Warna yang paling aman dari semua shades. Mauvelous itu punya tone warm mauve (ungu pucat / kusam), dicampur warna pink supaya terlihat lebih warm.
  • 04 Frost Bite (True Pink) – menurutku, Frost Bite itu warna yang cantik dan cerah. Di kulit fair, Frost Bite akan memberi efek wajah lebih cerah dan sehat, di kulit medium to tan bisa jadi terlalu terang. Saranku, jika punya Frost Bite dan terlalu terang, saranku lebih baik tone down warnanya dengan mencampur Frost Bite dengan Choco Lava (yeah, oplos lipstik is kinda hot thing right now hahaha) supaya warnanya lebih warm dan deep.
  • 05 Flamingo (pink fuchsia) – warnanya udah jelas ya, pink dengan tone ungu.
  • 06 Jelly Bean (Burgundy Red / merah + pink) – yang ini kalau dilihat lebih jelas, mengarah ke pink walaupun tetap ada di kelas red. Maksudnya, kadar pink lebih besar dari kadar merah, namun karena pada dasarnya opacity merah lebih besar daripada pink, makanya terlihat seperti merah.
  • 07 Tumbleweed (Coral Peach / peach + pink) – sama seperti Frost Bite, warna Tumbleweed bisa jadi wash out di kulit medium to tan. Tapi jangan khawatir, seperti yang aku bilang, warna-warna seperti ini malah lebih oke untuk di oplos alias dicampur dengan warna lain untuk menciptakan warna yang kamu inginkan. Jika ingin lebih warm dan toned down, campur dengan sedikit Choco Lava. Jika ingin lebih ke arah pink, campur dengan Mauvelous / Fuzzy Wuzzy.

Penjelasan warna yang aku berikan adalah sesuai dengan pengalamanku sendiri ya teman-teman! Semoga bisa membantu. Oia, karena Creamatte gak cepet kering, maka campur-campur warnanya pun lebih oke daripada lipstik-lipstik yang dry to matte lebih cepat.

Mohon untuk TIDAK mengedit foto dengan cara menghapus watermark, menimpa watermark dengan nama online shop, menghapus watermark lalu mengganti dengan nama online shop, menambahkan tulisan-tulisan seperti harga, dll, serta menyatukan foto (collage). Mohon hargai hasil karya orang lain dengan tidak melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dilakukan.

Saya sangat menghargai online shop yang berbesar hati bersedia mencantumkan nama @Lippielust sebagai original swatcher di caption instagram / twitter / facebook / marketplace lain milik online shop dengan cara memasukkan akun  Twitter / Instagram / Facebook: @lippielust atau link back ke website lippielust. Terima kasih.

Cara Save Swatches melalui Smartphone:

Tahan / tekan foto yang akan di simpan sampai muncul dialog ‘save / simpan’. Foto akan otomatis tersimpan di memori smartphone anda. Geser dengan jari ke kanan / kiri untuk save / simpan foto lainnya.

Foto yang disimpan di website lippielust sudah berukuran besar dengan resolusi 300dpi, 1500 x 1500 pixel. Disarankan untuk save foto swatches melalui website daripada repost foto dari akun Instagram karena kualitas foto instagram akan otomatis dibuat rendah oleh pihak Instagram.