Are you a fan of aesthetic stuffs (in any form)?

Sekarang, banyak banget brand Indonesia yang gak kalah kerennya dari brand-brand luar. Saking banyaknya, aku bahkan harus bikin list pribadi yang isinya rilisan terbaru lipstik-lipstik dalam negeri. Salah satu brand baru Indonesia yang masih anget banget aku swatch produk pertamanya adalah They Talk About. Namanya unik, apa sih ‘They Talk About’?

At first aku pikir brand ini bukan dari Indonesia. I just realised that… makin banyak orang-orang dari industri kreatif yang juga beauty enthusiast bikin brand yang berkualitas! I mean, now there’s a lot of new high quality local brands with high quality products to look out.

They Talk About mungkin hanya satu dari sekian banyak brand baru yang muncul ke permukaan, tapi jelas gak semua brand berhasil nyuri perhatian — mine, personally. I mean, bikin brand sama aja kayak mau punya anak: butuh banyak persiapan. You really have to become some kind of fortuneteller who is able to see what’s exactly the people want today and also in the future. Memiliki sebuah brand, berarti kamu harus punya visi jauh ke depan, bukan lagi besok atau lusa tapi berbulan-bulan kemudian. Nah, They Talk About memberikan contoh gimana ‘obrolan perempuan’ bisa jadi salah satu konsep yang sempurna untuk membangun sebuah brand. Pernah kepikiran gak sih sebelumnya?

Berangkat dari konsep ‘women talk‘ inilah, They Talk About dibangun. We, girls, talk about almost everything, right? Menurutku, konsep They Talk About memiliki satu kesamaan dengan Lippielust. We strive to encourage women to toss positive vibes among us through good talks and causes.

Oke, jadi brand ini punya konsep yang baik. Well, bukannya semua brand pun seperti itu? Yang paling aku suka dari proses review sebuah produk adalah ketika aku harus ‘menyelami’ produk dan brand yang membawanya. Karena menurutku, hasil yang baik selalu berasal dari eksekusi konsep (proses) yang baik.

Konsepnya keren, desain produknya bagus, apakah mungkin kalau kualitas produknya jelek?

Bisa saja.

Tapi, Matte Lipquid dari They Talk About dieksekusi dengan baik di semua lini. Baik konsep, desain produk, pemilihan warna, juga formula. Walaupun memang gak sempurna, let’s say masih ada beberapa poin yang perlu dibenahi sama dengan produk dari brand-brand lain. We’ll get to that later, okay! now let’s move on to the review….

ABOUT THE PRODUCT

Not only just lipsticks, the lovely team also sent me coffee and the mug. They know me really well. Hahaha..

Kalau dilihat-lihat, semuanya terlihat seperti bentuk liquid lipstick biasa hanya tentu aja desain dari tube juga box luar yang berbeda dari merk lain. Yang membedakannya menurutku adalah pemilihan warna yang baik untuk desain box luar dan tube-nya. Box-nya menggunakan warna navy blue dengan aksen embossed, silver-colored icon semacam huruf A di bagian atas dan tulisan ‘They Talk About’ di bagian badan box.

Di bagian bawah ada nama-nama shades lengkap dengan warna stiker yang merepresentasikan warna asli produk didalamnya, sedangkan di bagian belakang ada keterangan ingredients, info produsen dan distributor, POA (period after opening) which is long enough: 12 bulan, juga berat bersih produk: new weight 4.7g / 0.17OZ. Di bagian samping kiri ada tulisan yang berupa nama produknya: ‘Matte Lipquid’ yang juga di-emboss perak, dan di bagian kanan ada keterangan Nomor POM, kode produksi, dan tanggal kadaluarsa menggunakan tinta hitam. Lengkap!

Salah satu hal yang membedakan They Talk About Matte Lipquid dengan brand lainnya ada di bagian tube. Di bagian badan tube ada ikon serupa seperti yang ada di box, yaitu ikon yang menyerupai huruf A. Jika produk lain hanya menuliskan nama produk atau nama brand di bagian badan botol, They Talk About went a bit further. Nama brand, nama produk dan juga keterangan produk ‘A Comfortable matte lipquid with light texture, intense pay-off, non-transfer formula, and stays put for hoursada di bagian badan botol, dituliskan di atas block white background seperti foto dibawah.

Bentuk tube-nya sendiri seperti milik brand-brand lainnya, hanya They Talk About lebih memilih warna titanium silver. Very one of a kind, kalau salah desain pasti jadinya norak. Thankfully, warna titanium silver ini malahan sangat cocok dengan konsep desain produknya sendiri.

Ngomongin soal aplikator, They Talk About memiliki aplikator yang fleksibel, berbentuk memanjang dan sedikit melengkung di satu sisi. Aplikator seperti ini sangat efektif untuk pemerataan produk ketika aplikasi, tapi di sisi lain karena bantalannya yang panjang, aplikator ini agak sulit untuk menjangkau sudut-sudut sempit bibir. Bentuk aplikator seperti ini pun akan terasa sedikit tricky buat para pemilik bibir kecil. 😉

Di bagian bawah tube, kalian juga bisa menemukan nama shade, nomor POM, kode produksi, tanggal kadaluarsa, keterangan produsen dan distributor, juga berat bersih!

FORMULA

Ngomongin soal formula, They Talk About punya formula yang mirip dengan beberapa produk lokal lain, seperti misalnya Goban Cosmetics Liquid Lipstick, BLP Beauty Lip Coat old formula, Mustika Ratu Moisturizing Lip Cream, dan masih banyak lagi. Matte Lipquid dari They Talk About memiliki ketegasan warna yang intens (intense pay-off), non-transfer formula, juga daya tahan produk yang lama. Teksturnya yang creamy cenderung moussey merupakan salah satu faktor dari produk ini yang aku suka. Karena dari sinilah klaim ‘intense pay-off’-nya berasal. Aku selalu memiliki keyakinan kalau semakin creamy produknya, semakin baik coverage-nya di bibir. Yang jadi masalah adalah… tidak semua produk yang memiliki coverage yang baik terasa ringan di bibir.Matte Lipquid dari They Talk About ini akan terasa ringan di bibir tepat setelah produk benar-benar mengering jadi transferproof matte. Gak butuh waktu lama, sekitar 1-2 menit produk udah bisa nge-set.

Feel pertama kali ketika produk udah kering di bibir adalah rasanya yang lembab dan juga fleksibel. Dalam artian, Walaupun Matte Lipquid dry to matte, tapi produk ini gak bikin bibir terasa seperti ketarik-tarik. And there’s no sticky feeling nor cracking, too. Produk Matte Lipquid gak mengaksentuasi (masuk ke) garis-garis bibir, dimana bibir jadi terlihat sangat kering.

Kira-kira berapa lama produk akan bertahan di bibir? So far, aku baru pakai beberapa shades seharian: Marsala, Sandstone, dan Sedona. Ketiganya mampu bertahan sampai sekitar 8 jam, hanya saja memang performanya tidak se’canggih’ seperti di jam-jam pertama. Sekitar 5-6 jam baru produk ini akan fading dengan sendirinya terutama di bagian dalam bibir apalagi kalau melewati sesi makan, kalian harus reapply untuk dapatkan look yang sempurna seperti awal pemakaian.

Untuk wanginya sendiri, produk ini menurutku punya wangi vanilla yang tidak terlalu kuat walaupun masih tercium seperti bau kimia. Aku pribadi masih bisa menoleransi wangi lipstik seperti ini, asalkan wanginya tidak menyengat seperti bau cat.

Kayaknya, gak mungkin ada produk yang benar-benar sempurna tanpa ada satupun kekurangan, ‘kan? Nah…

Aku sejujurnya masih belum ngerti dari konsep tube yang dibungkus plastik hanya setengah (mulai dari leher tube sampai bagian bawah). Apakah plastik pembungkus itu dimaksudkan untuk melindungi desain yang ada di bagian badan tube ataukah ada maksud lain, aku gak ngerti. Untuk review ini, aku sengaja lepas plastiknya karena ternyata terlihat gak bagus di depan kamera. So if you know what’s the point of this plastic please let me know! Hahaha..

Untuk pemilihan warnanya sendiri menurutku masih fokus di warna-warna deep, jelas menyasar kita-kita yang berkulit medium juga tan. Warna-warna seperti Sedona, Mimosa, dan Marsala merupakan warna universal yang bisa dipakai oleh siapapun tanpa takut terlihat pucat. Namun di sisi lain, warna-warna ini akan terlihat lebih vampy di kulit fair. Warna seperti Sandstone dan Agate merupakan warna-warna medium-toned yang juga bisa dipakai di semua jenis kulit, hanya saja aku pribadi kurang menyukai kedua warna ini untuk dipakai secara individual. Dalam artian, aku lebih suka pakai kedua warna ini ketika dicampur satu sama lain sehingga warnanya jauh lebih warm.

Yang paling perlu untuk dibenahi tentu aja soal aplikatornya. Produk Matte Lipquid ini kering jadi matte relatif cepat, seperti yang aku bilang sebelumnya dengan bentuk aplikator panjang seperti ini akan terasa sulit untuk dipakai meratakan produk di sekitar sisi-sisi bibir dan sudut-sudut bibir yang lebih kecil. Kalau nggak hati-hati, bisa berantakan.

Anyway, you guys need to know that I love Marsala so much! Warna inilah yang paling aku rekomendasikan untuk kalian.

INGREDIENTS

Isododecane, Talc, Microcrystalline Wax, Cyclopentasiloxane, Kaolin, Trimethylsiloxysilicate, Pentaerythrityl Tetraisostearate, Diisostearyl Malate, Polyglyceryl-2 Triisostearate, Disteardimonium Hectorite, Polybutene, Propylene Carbonate, Polyglyceryl-2 Diisostearate, Fragrance(Parfum), Sodium Dehydroacetate (sumber: theytalkabout.com)

Pengawet (preservatives) yang digunakan: Sodium Dehydroacetate

Penilaian di skincarisma.com:

SWATCHES

WHERE TO BUY THEM

theytalkabout.com, IDR 175,000