[SWATCH & REVIEW] GLOU Cosmetics Liptreat with Rice Bran Oil (All Shades!)

by Rissa Stellar
10500 views

[:en]Welcome back to our weekly #GoLocalLippie!

GLOU Cosmetics has been in Indonesia’s beauty industry since August 2017, tapi aku baru bisa coba produknya di akhir November 2017. Produk pertama yang GLOU rilis adalah LIPTREAT, although it’s in the form of lipstick GLOU claims that the Liptreat is more than that. Gak cuma bagus secara estetika, tapi juga memiliki kualitas formula yang sangat baik. In my opinion, GLOU seperti ingin break the rules. Ketika tren lipstik lokal masih seputar matte dan liquid, GLOU mempersembahkan sebuah produk sebagai pilihan utama bagi para wanita yang menginginkan tiga hal dalam satu produk: estetika (kecantikan), kenyamanan, dan juga keamanan dalam bentuk bullet lipstick.

ABOUT THE PRODUCT (GLOU LIPTREAT)

Rice Bran Oil (minyak dedak padi) adalah salah satu star ingredients yang dimiliki oleh GLOU Liptreat. Dikenal sebagai rahasia kecantikan alami wanita Jepang untuk perawatan rambut, kulit, dan bibir, Rice Bran Oil memiliki benefits-nya yang sangat banyak, diantaranya adalah:  memiliki kandungan Vitamin E (antioksidan), Vitamin A & B sebagai anti-aging dan moisturizer, Squalane untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dan juga pemroduksi natural sebum, sebagai moisturizer alami untuk kulit, belum lagi Rice Bran Oil memiliki properti anti sinar UV atau natural UV protector. Hanya dari satu bahan baku ini aja kita udah bisa dapetin banyak banget manfaat.

Mungkin dari sinilah nama ‘Liptreat’ muncul. GLOU gak cuma pengen menciptakan satu produk dekorasi untuk bibir yang enak dilihat, tapi juga memiliki banyak manfaat. It’s like decorating and treating your lips at the same time, in a fun way.

Untuk packaging, aku mendapatkan PR Box berbentuk kotak besar berisi 6 shades Liptreat di dalamnya. Gayanya terkesan tropikal dengan grafik burung dan daun-daun yang menghiasi bagian depan box. Burung-burung ini yang bakalan jadi superstar nantinya. We’ll get to that later yaa.. Oh ya, warna yang dipilih GLOU sebagai brand identity adalah dark grey dan gold (untuk logo), sehingga memberikan kesan simplicity dan elegan at the same time. Personally aku suka palette warnanya GLOU. Dark grey dipadukan dengan gold terkesan modern, gak seperti hitam & gold atau hitam & silver yang cenderung terkesan tua. Belum lagi logonya yang bergaya santai dengan menggunakan handwritten style font, sehingga produk ini terkesan ‘friendly‘ dan santai.

Agak sedikit berbeda dari PR Box-nya, actual packaging-nya sendiri dibuat simple dan elegan: box satuannya berwarna senada dengan bullet lipstick didalamnya, dark grey sebagai primary color dan gold untuk logo GLOU.

And… did I mention before that this product is LIMITED EDITION? I mean untuk produk ‘perkenalan’, Liptreat ini sangat layak untuk dijadikan permanen. I think banyak dari kalian para pecinta lipstik yang setuju dengan ini.

FORMULA & TEXTURE

Let’s get down to business. GLOU Liptreat memiliki silky-matte formula yang menurutku bisa diartikan juga sebagai ‘satin’. The Liptreat does reflect light, but not too much. Dari sinilah kesan natural lips look-nya berasal. Gak cuma packaging-nya aja yang didesain serba natural, tapi juga formula dan juga performanya.

Ngomongin soal formula, Liptreat diformulasikan tanpa Paraben dan juga Cruelty Free. Rice Bran Oil dipakai bukan cuma jadi penghias, tapi jadi salah satu bahan baku terbanyak yang dipakai di dalam Liptreat. Hal ini terbukti dari penempatan Oryza Sativa Bran Oil ada di posisi keempat di ingredients list. So yeah, kalo dihitung-hitung sih, persentase kita bakalan dapet semua manfaat yang diberikan oleh Rice Bran Oil itu besar.

Pigmentasi yang dihasilkan oleh GLOU menurutku cukup baik, I mean if you’re looking for fully pigmented lipstick try mattes instead of satins. But….. matte lipsticks tend to be more drying, we all know that, right? Apalagi untuk yang punya bibir mudah kering, kayaknya lipstik matte gak bisa jadi pilihan untuk dipakai sehari-hari. Ini bukan berarti Liptreat memiliki pigmentasi yang kurang baik. The pigmentation is good and buildable indeed. Warna yang keluar setelah proses aplikasi pun bisa dibilang terlihat vivid dan sesuai dengan warna yang dideskripsikan. The Liptreat acts more like a non-greasy lip balm with a punch of pigment, inilah yang aku rasakan dari pertama kali coba. Hanya saja, menurutku Liptreat memiliki pigmentasi yang terlihat lebih menyatu dengan warna bibir, sehingga warna-warna terangnya pun masih terlihat sangat wearable untuk daily use.

Dari 6 shades, GLOU Liptreat punya dua kubu warna: ‘the nudes‘ dan ‘the bolds‘. Warna-warna nudesnya ada: Pink Parrot, Rose Finch, dan Fruit Dove. Di kubu bolds, ada Flamingo, Scarlet Macaw, dan Purple Martin. Nama-nama shades berasal dari nama-nama spesies burung, which is (again) new to us. Gaya tropikal yang disajikan GLOU gak cuma terlihat dari desain grafis tapi juga dari warna dan nama-nama warnanya. It’s a package of serious research and design process. Kalian bisa baca di bagian ‘shades‘ untuk kenal lebih dekat dengan warna-warnanya.

Texture-wise, Liptreat terasa lebih lembut dari lipstik biasa. Warna langsung keluar dari stroke pertama dan langsung menempel dengan baik di bibir. Cara terbaik untuk mengaplikasikan Liptreat adalah diatas bibir yang kering — I mean, bukan bibir kering karena kurang terhidrasi, tapi bibir yang gak basah. So an important side note: kalau kalian terbiasa pakai lip balm sebelum pakai lipstik, kali ini gunakan lip balm sekitar 30 menit – 1 jam sebelum pengaplikasian Liptreat. Liptreat sendiri memiliki fungsi yang kurang lebih sama seperti lip balm, so there is no need to apply lip balm prior to the Liptreat application. Kalau kondisi bibir basah (bisa karena setelah minum atau setelah pemakaian lip balm), Liptreat gak akan menempel dengan baik di bibir. So make sure that your lips are well-prepped before.

Overall, aku melihat semua warna memiliki konsistensi yang sama, baik dari segi aplikasi (semuanya mudah untuk diaplikasikan) dan juga pigmentasi warna.

LONGEVITY

Sejauh ini menurutku Scarlet Macaw dan Flamingo-lah yang tahan paling lama di bibir. Kayaknya sih memang udah sifatnya kalau warna-warna merah dan warna-warna vibrant memiliki ketahanan yang paling baik dari semua warna, karena pengaruh pigmen yang digunakan dalam formula. Kedua warna inipun staining di bibir setelah berjam-jam pemakaian. Rata-rata, Liptreat bisa stay di bibirku tanpa touch up dan normal fading itu sekitar 4-5 jam tanpa makan makanan berat.

Kalau ingin lebih longlasting lagi, kamu bisa mengaplikasikan setting powder diatas Liptreat di bibir kamu. Hal ini juga bisa memengaruhi hasil akhirnya yang cenderung akan terlihat lebih matte yang sebenernya sedikit banyak bisa juga mengubah performanya. To me, aku lebih suka Liptreat apa adanya (cieee..) karena formula yang seperti inilah yang sebenernya  saat ini kurang kedengeran gaungnya padahal punya kandungan yang sangat baik untuk bibir kita.

Oh ya, Liptreat fading dengan baik dalam waktu 4-5 jam seperti yang tadi aku bilang. Peak time-nya mungkin di jam ke-3 dimana warnanya udah bisa nge-blend dengan baik dengan warna bibir. Setelah itu, normal fading pasti akan terjadi and it’s totally okay. It is time for you to touch up. Kalau dipakai makan, sedikit banyak Liptreat akan lebih cepat fading, tergantung jenis makanan yang kamu santap ya guys. Semakin berminyak = semakin sedikit daya tahannya di bibir.

SHADES

THE NUDES

Pink Parrot: nude rosy peach with pink touch
Rose Finch: warm reddish brown (Lippielust’s fave!) – aku suka warna ini karena warna inilah yang di bibirku paling konsisten dan terlihat fresh untuk daily wear. Ketika fading, warnanya tentu akan luntur sedikit demi sedikit tapi tampilannya enggak  keliatan jelek di bibir.
Fruit Dove: pink mauve with violet touch

THE BOLDS

Flamingo: bright fuchsia (Lippielust’s fave!) – aku suka warna ini karena surprisingly, warnanya gak norak! It blends nicely with my natural lips color, malahan jadinya terlihat lebih fresh dan fun.
Scarlet Macaw: intense berry red with pink undertone (Lippielust’s fave!) – warnanya seperti bunglon. Di dalam ruangan, Scarlet Macaw terlihat seperti warna deep wine red. Di luar ruangan, pink undertone-nya jadi semakin keliatan dan terlihat lebih terang.
Purple Martin: deep vibrant purple

MORE INTO THE PACKAGING

Informasi seputar berat bersih, nomor produksi, tahun kadaluarsa, keterangan produsen, distributor, social media & official website GLOU dan ingredients list ada di bagian box. Khusus nomor produksi dan tahun kadaluarsa produk ada juga di bagian botolnya. Di bagian bawah botol dan box ada stiker berwarna sesuai dengan warna shades di dalamnya, berisi nama shade, nomor BPOM, dan juga berat bersih produk.

[one_half_col_first]  [/one_half_col_first] [one_half_col_last] [/one_half_col_last]

[one_half_col_first] [/one_half_col_first] [one_half_col_last] [/one_half_col_last]

MORE INTO THE INGREDIENTS

Main Ingredients of GLOU Liptreat (komposisi setiap produk berbeda tergantung pigment warna yang dipakai di setiap shades, yang ditulis disini hanya bahan baku utamanya aja):

Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Isononyl Isononanoate, Cyclopentasiloxane, Oryza Sativa (Rice) Bran Oil, Phenyl Trimethicone, Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2, Ozokerite, Beeswax, Ceresin, Nylon-12, Euphorbia Cerifera (Candelilla) Wax, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Flavor, VP/Hexadecene Copolymer, Phenoxyethanol, Octyldodecanol, BHT, Tocopherol (Vitamin E), Aluminum Hydroxide, Dimethicone/Methicone Copolymer, Ethylhexylglycerin

Penilaian dari Skincarisma.com: 

Sesuai dengan data di atas, GLOU Liptreat memiliki anti-aging properties (berasal dari Tocopherol yang ada di dalam Rice Bran Oil) , Paraben-Free, Sulfate-Free, dan juga Alcohol-Free. Anti-aging untuk bibir bisa jadi membantu meregenerasi sel kulit bibir (atau dengan kata lain mengembalikan warna bibir menjadi natural seperti semula), dan bisa juga mengurangi garis-garis halus di bibir.

 

 

 

 

 

 

WHERE TO BUY

The LIPTREAT can be purchased directly from GLOU Cosmetics’ Official Website. Kalian bisa pakai kode GLOUXLIPPIELUST untuk 10% OFF!

Harganya: 129,000 / pcs dengan berat bersih produk 4,3gr. Tergolong affordable kalau dilihat dari berapa banyak produk yang bisa kita dapatkan dengan harga tersebut.

*This is not an affiliate code, it’s just simple a code to help you saving up some money. 😉

SWATCHES

OVERALL REVIEW

[:id]Welcome back to our weekly #GoLocalLippie!

GLOU Cosmetics has been in Indonesia’s beauty industry since August 2017, tapi aku baru bisa coba produknya di akhir November 2017. Produk pertama yang GLOU rilis adalah LIPTREAT, although it’s in the form of lipstick GLOU claims that the Liptreat is more than that. Gak cuma bagus secara estetika, tapi juga memiliki kualitas formula yang sangat baik. In my opinion, GLOU seperti ingin break the rules. Ketika tren lipstik lokal masih seputar matte dan liquid, GLOU mempersembahkan sebuah produk sebagai pilihan utama bagi para wanita yang menginginkan tiga hal dalam satu produk: estetika (kecantikan), kenyamanan, dan juga keamanan dalam bentuk bullet lipstick.

ABOUT THE PRODUCT (GLOU LIPTREAT)

Rice Bran Oil (minyak dedak padi) adalah salah satu star ingredients yang dimiliki oleh GLOU Liptreat. Dikenal sebagai rahasia kecantikan alami wanita Jepang untuk perawatan rambut, kulit, dan bibir, Rice Bran Oil memiliki benefits-nya yang sangat banyak, diantaranya adalah:  memiliki kandungan Vitamin E (antioksidan), Vitamin A & B sebagai anti-aging dan moisturizer, Squalane untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dan juga pemroduksi natural sebum, sebagai moisturizer alami untuk kulit, belum lagi Rice Bran Oil memiliki properti anti sinar UV atau natural UV protector. Hanya dari satu bahan baku ini aja kita udah bisa dapetin banyak banget manfaat.

Mungkin dari sinilah nama ‘Liptreat’ muncul. GLOU gak cuma pengen menciptakan satu produk dekorasi untuk bibir yang enak dilihat, tapi juga memiliki banyak manfaat. It’s like decorating and treating your lips at the same time, in a fun way.

Untuk packaging, aku mendapatkan PR Box berbentuk kotak besar berisi 6 shades Liptreat di dalamnya. Gayanya terkesan tropikal dengan grafik burung dan daun-daun yang menghiasi bagian depan box. Burung-burung ini yang bakalan jadi superstar nantinya. We’ll get to that later yaa.. Oh ya, warna yang dipilih GLOU sebagai brand identity adalah dark grey dan gold (untuk logo), sehingga memberikan kesan simplicity dan elegan at the same time. Personally aku suka palette warnanya GLOU. Dark grey dipadukan dengan gold terkesan modern, gak seperti hitam & gold atau hitam & silver yang cenderung terkesan tua. Belum lagi logonya yang bergaya santai dengan menggunakan handwritten style font, sehingga produk ini terkesan ‘friendly‘ dan santai.

Agak sedikit berbeda dari PR Box-nya, actual packaging-nya sendiri dibuat simple dan elegan: box satuannya berwarna senada dengan bullet lipstick didalamnya, dark grey sebagai primary color dan gold untuk logo GLOU.

And… did I mention before that this product is LIMITED EDITION? I mean untuk produk ‘perkenalan’, Liptreat ini sangat layak untuk dijadikan permanen. I think banyak dari kalian para pecinta lipstik yang setuju dengan ini.

FORMULA & TEXTURE

Let’s get down to business. GLOU Liptreat memiliki silky-matte formula yang menurutku bisa diartikan juga sebagai ‘satin’. The Liptreat does reflect light, but not too much. Dari sinilah kesan natural lips look-nya berasal. Gak cuma packaging-nya aja yang didesain serba natural, tapi juga formula dan juga performanya.

Ngomongin soal formula, Liptreat diformulasikan tanpa Paraben dan juga Cruelty Free. Rice Bran Oil dipakai bukan cuma jadi penghias, tapi jadi salah satu bahan baku terbanyak yang dipakai di dalam Liptreat. Hal ini terbukti dari penempatan Oryza Sativa Bran Oil ada di posisi keempat di ingredients list. So yeah, kalo dihitung-hitung sih, persentase kita bakalan dapet semua manfaat yang diberikan oleh Rice Bran Oil itu besar.

Pigmentasi yang dihasilkan oleh GLOU menurutku cukup baik, I mean if you’re looking for fully pigmented lipstick try mattes instead of satins. But….. matte lipsticks tend to be more drying, we all know that, right? Apalagi untuk yang punya bibir mudah kering, kayaknya lipstik matte gak bisa jadi pilihan untuk dipakai sehari-hari. Ini bukan berarti Liptreat memiliki pigmentasi yang kurang baik. The pigmentation is good and buildable indeed. Warna yang keluar setelah proses aplikasi pun bisa dibilang terlihat vivid dan sesuai dengan warna yang dideskripsikan. The Liptreat acts more like a non-greasy lip balm with a punch of pigment, inilah yang aku rasakan dari pertama kali coba. Hanya saja, menurutku Liptreat memiliki pigmentasi yang terlihat lebih menyatu dengan warna bibir, sehingga warna-warna terangnya pun masih terlihat sangat wearable untuk daily use.

Dari 6 shades, GLOU Liptreat punya dua kubu warna: ‘the nudes‘ dan ‘the bolds‘. Warna-warna nudesnya ada: Pink Parrot, Rose Finch, dan Fruit Dove. Di kubu bolds, ada Flamingo, Scarlet Macaw, dan Purple Martin. Nama-nama shades berasal dari nama-nama spesies burung, which is (again) new to us. Gaya tropikal yang disajikan GLOU gak cuma terlihat dari desain grafis tapi juga dari warna dan nama-nama warnanya. It’s a package of serious research and design process. Kalian bisa baca di bagian ‘shades‘ untuk kenal lebih dekat dengan warna-warnanya.

Texture-wise, Liptreat terasa lebih lembut dari lipstik biasa. Warna langsung keluar dari stroke pertama dan langsung menempel dengan baik di bibir. Cara terbaik untuk mengaplikasikan Liptreat adalah diatas bibir yang kering — I mean, bukan bibir kering karena kurang terhidrasi, tapi bibir yang gak basah. So an important side note: kalau kalian terbiasa pakai lip balm sebelum pakai lipstik, kali ini gunakan lip balm sekitar 30 menit – 1 jam sebelum pengaplikasian Liptreat. Liptreat sendiri memiliki fungsi yang kurang lebih sama seperti lip balm, so there is no need to apply lip balm prior to the Liptreat application. Kalau kondisi bibir basah (bisa karena setelah minum atau setelah pemakaian lip balm), Liptreat gak akan menempel dengan baik di bibir. So make sure that your lips are well-prepped before.

Overall, aku melihat semua warna memiliki konsistensi yang sama, baik dari segi aplikasi (semuanya mudah untuk diaplikasikan) dan juga pigmentasi warna.

LONGEVITY

Sejauh ini menurutku Scarlet Macaw dan Flamingo-lah yang tahan paling lama di bibir. Kayaknya sih memang udah sifatnya kalau warna-warna merah dan warna-warna vibrant memiliki ketahanan yang paling baik dari semua warna, karena pengaruh pigmen yang digunakan dalam formula. Kedua warna inipun staining di bibir setelah berjam-jam pemakaian. Rata-rata, Liptreat bisa stay di bibirku tanpa touch up dan normal fading itu sekitar 4-5 jam tanpa makan makanan berat.

Kalau ingin lebih longlasting lagi, kamu bisa mengaplikasikan setting powder diatas Liptreat di bibir kamu. Hal ini juga bisa memengaruhi hasil akhirnya yang cenderung akan terlihat lebih matte yang sebenernya sedikit banyak bisa juga mengubah performanya. To me, aku lebih suka Liptreat apa adanya (cieee..) karena formula yang seperti inilah yang sebenernya  saat ini kurang kedengeran gaungnya padahal punya kandungan yang sangat baik untuk bibir kita.

Oh ya, Liptreat fading dengan baik dalam waktu 4-5 jam seperti yang tadi aku bilang. Peak time-nya mungkin di jam ke-3 dimana warnanya udah bisa nge-blend dengan baik dengan warna bibir. Setelah itu, normal fading pasti akan terjadi and it’s totally okay. It is time for you to touch up. Kalau dipakai makan, sedikit banyak Liptreat akan lebih cepat fading, tergantung jenis makanan yang kamu santap ya guys. Semakin berminyak = semakin sedikit daya tahannya di bibir.

SHADES

THE NUDES

Pink Parrot: nude rosy peach with pink touch
Rose Finch: warm reddish brown (Lippielust’s fave!) – aku suka warna ini karena warna inilah yang di bibirku paling konsisten dan terlihat fresh untuk daily wear. Ketika fading, warnanya tentu akan luntur sedikit demi sedikit tapi tampilannya enggak  keliatan jelek di bibir.
Fruit Dove: pink mauve with violet touch

THE BOLDS

Flamingo: bright fuchsia (Lippielust’s fave!) – aku suka warna ini karena surprisingly, warnanya gak norak! It blends nicely with my natural lips color, malahan jadinya terlihat lebih fresh dan fun.
Scarlet Macaw: intense berry red with pink undertone (Lippielust’s fave!) – warnanya seperti bunglon. Di dalam ruangan, Scarlet Macaw terlihat seperti warna deep wine red. Di luar ruangan, pink undertone-nya jadi semakin keliatan dan terlihat lebih terang.
Purple Martin: deep vibrant purple

MORE INTO THE PACKAGING

Informasi seputar berat bersih, nomor produksi, tahun kadaluarsa, keterangan produsen, distributor, social media & official website GLOU dan ingredients list ada di bagian box. Khusus nomor produksi dan tahun kadaluarsa produk ada juga di bagian botolnya. Di bagian bawah botol dan box ada stiker berwarna sesuai dengan warna shades di dalamnya, berisi nama shade, nomor BPOM, dan juga berat bersih produk.

Tube Liptreat ini terbuat dari plastik yang cukup kuat dan ringan. Sayangnya, ketika diputar dan dicoba untuk di-apply di bibir, container akan memutar ke bawah sendiri jadi perlu dipegang supaya gak turun. Aku harap ini bisa jadi bahan evaluasi untuk pihak GLOU ya, karena memang cukup annoying. Hehehe..

[one_half_col_first]  [/one_half_col_first] [one_half_col_last] [/one_half_col_last]

[one_half_col_first] [/one_half_col_first] [one_half_col_last] [/one_half_col_last]

MORE INTO THE INGREDIENTS

Main Ingredients of GLOU Liptreat (komposisi setiap produk berbeda tergantung pigment warna yang dipakai di setiap shades, yang ditulis disini hanya bahan baku utamanya aja):

Ricinus Communis (Castor) Seed Oil, Isononyl Isononanoate, Cyclopentasiloxane, Oryza Sativa (Rice) Bran Oil, Phenyl Trimethicone, Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2, Ozokerite, Beeswax, Ceresin, Nylon-12, Euphorbia Cerifera (Candelilla) Wax, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Flavor, VP/Hexadecene Copolymer, Phenoxyethanol, Octyldodecanol, BHT, Tocopherol (Vitamin E), Aluminum Hydroxide, Dimethicone/Methicone Copolymer, Ethylhexylglycerin

Penilaian dari Skincarisma.com: 

Sesuai dengan data di atas, GLOU Liptreat memiliki anti-aging properties (berasal dari Tocopherol yang ada di dalam Rice Bran Oil) , Paraben-Free, Sulfate-Free, dan juga Alcohol-Free. Anti-aging untuk bibir bisa jadi membantu meregenerasi sel kulit bibir (atau dengan kata lain mengembalikan warna bibir menjadi natural seperti semula), dan bisa juga mengurangi garis-garis halus di bibir.

 

 

 

 

 

 

 

WHERE TO BUY

The LIPTREAT can be purchased directly from GLOU Cosmetics’ Official Website. Kalian bisa pakai kode GLOUXLIPPIELUST untuk 10% OFF!

*This is not an affiliate code, it’s just simple a code to help you saving up some money. 😉

SWATCHES

OVERALL REVIEW

 [:]

Affiliate Link:

More Reviews You'll Love

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.