Salah satu review yang paling banyak di-request adalah Fenty Beauty Stunna Lip Paint. Bukan cuma karena ini ‘FENTY BEAUTY’, apalagi ini punya ‘Rihanna’, tapi juga karena memang warna merah shade Uncensored — satu-satunya warna Stunna Lip Paint — terlihat menggoda. Tapi, apakah kualitasnya sebanding dengan harga dan juga bentuknya yang unik? Yuk dibaca reviewnya.

Stunna Lip Paint memiliki botol yang mirip banget sama nail polish atau kutek. Awalnya banyak yang beranggapan kalau produk ini memang kutek. Ketika foto Stunna Lip Paint muncul di halaman Instagram-nya Fenty Beauty, barulah kita tau kalau produk ini liquid lipstick.

Menurutku, nama ‘Stunna’ yang berasal dari ‘stunner‘ (cantik, menarik) memang udah cocok banget sama warna classic true red produknya. Bener-bener memberikan kesan elegan, modern, dan ‘mahal’. Maybe that’s my first impression without even trying the product. Bentuk tutup botolnya agak meruncing dan memanjang sedangkan botol tempat produknya diisi dibuat lebih lebar. Persis kutek! Hahaha..

Yang membedakan jelas bentuk aplikatornya. Stunna Lip Paint memiliki aplikator yang berbeda dan mungkin aja satu-satunya di dunia dibandingkan aplikator liquid lipstick lain. Bentuknya pendek dan chubby tapi meramping di bagian tengah, untuk memudahkan aplikasi di lekukan bibir atas dan bawah. Ujungnya sangat cocok untuk bagian-bagian bibir yang lebih sempit, misalnya sudut bibir, lekukan bagian atas bibir dan juga cupid bow.

Yang menarik adalah lapisan rubber atau karet berwarna merah di bagian mulut botol yang bisa menahan produk supaya tidak terlalu banyak yang keluar ketika aplikator dikeluarkan. Karet ini juga yang membuat produk gak bisa tumpah keluar dengan mudah. Walaupun begitu, tetap aja berkat aplikatornya sendiri, produk yang menempel pada aplikator menurutku sangat cukup untuk aplikasi full di bibir. Gak perlu dicelup berkali-kali karena sudut ramping di aplikator sepertinya yang berperan sebagai ‘penahan’ produk supaya warna lipstik bisa rata di setiap sudut.

Kalau box, Fenty Beauty gak mengistimewakan box-nya. Sama seperti produk-produk Fenty Beauty lainnya, Stunna Lip Paint pun memiliki desain yang sama.

Formula & Staying Power

Three essential values you need to know, right. Well I promise it will be worth it.

Pertama, soal formula. Stunna Lip Paint di desain sepertinya memang bukan sebagai transferproof liquid lipstick. Ini hal pertama yang perlu kalian ketahui, because simply I know maybe a part of my Instagram followers prefers transferproof liquid lipstick. Formulanya cukup cair, jadi gak bisa dikategorikan sebagai lip cream. Warna yang dihasilkan dalam 1x stroke adalah 100%, dalam artian kamu gak perlu ulas berkali-kali buat nutupin warna kulit yang terlihat ketika kamu apply lipstick. Fokusnya malah jadinya berpindah: saking pigmented dan banyaknya produk yang menempel di aplikator, kamu perlu meratakan produknya supaya gak beleberan sebelum akhirnya nge-set di bibir. Finish-nya sesuai klaim, matte. Bukan dead matte yang cenderung terlihat dull tapi lebih ke arah matte yang terkesan sehat.

Agak ngeri sih sebenernya. Udah warnanya merah, gak transferproof pula. Ugh…… banyak kok yang review-in kalau Stunna Lip Paint itu nempel dimana-mana. Kebanyakan sih mereka yang terbiasa sama transferproof matte liquid lipstick. Sebenernya sifat Stunna Lip Paint sama aja kayak lipstik tradisional, yang membedakan cuma form awalnya aja: lipstik tradisional berbentuk batangan dan Stunna Lip Paint cair. Ketika udah nge-set di bibir, Stunna Lip Paint bakalan stay di bibir (maksudnya gak beleberan atau bahasa kerennya ‘bleeding‘) tapi memang gak transferproof. Kamu coba sentuh pakai jari pun bisa nempel, apalagi digosok-gosok.

Warnanya yang tergolong ‘merah netral’ ini punya undertone biru dan kuning yang seimbang atau bahasa lainnya ‘true red‘, warna merah universal yang bisa dipakai di acara apapun, mau siang ataupun malem. Makanya Stunna Lip Paint banyak lovers-nya, yang gak suka mungkin berhubungan sama formulanya tadi: cuma gak cocok di hasil akhir dan masalah selera.

Satu hal penting yang perlu kalian tau adalah rasanya yang ringan di bibir, tapi masih terasa seperti pakai lipstik. Persissss banget rasanya seperti kamu pakai traditional lipstick. Stunna Lip Paint terasa tipis di bibir dan akan menipis sampai akhirnya luntur seiring berjalannya waktu.

Tapi, apakah tepat dengan klaim ’12-hours Matte Wear’? Menurutku sih yes. Terlepas dari sifatnya yang gak transferproof, produk ini bisa stay seharian karena mau seluntur apapun warna bakalan tetap ada di bibir. Inilah keistimewaannya lipstik merah! Bahkan, warna merah cenderung mudah stain di bibir, jadi jangan khawatir soal ini.

Kecuali kalau memang dipakai makan, ya guys. Satu hari aku makan Korean Bulgogi, lipstik hanya menyisakan warna di bagian pinggiran bibir. And it’s totally normal. Jadi… sebagai kesimpulan, mungkin sekitar 6-7 jam lipstik bisa punya performa yang sangat baik.

Lalu, apakah bikin kering? Sepengalamanku, no. Stunna Lip Paint bekerja dengan baik walaupun gak terasa menghidrasi, tapi lebih mempertahankan kondisi bibir yang kamu punya. Jangan berharap sama lipstik kalau kamu pengen bibir kamu gak kering. Berharaplah sama air minum supaya badan lebih terhidrasi dari dalam. Hehehehe..

Jadi gimana? Sudah puas sama reviewnya? Jangan lupa share kalau dirasa bermanfaat yaa..

See you again in another review!

Where to Buy

@karabeautyshop (INSTAGRAM), IDR 330,000,- (bertepatan dengan Sephora Sale)

Swatches

[masterslider id=”66″]

Lippierating

[penci_review]

Salah satu review yang paling banyak di-request adalah Fenty Beauty Stunna Lip Paint. Bukan cuma karena ini ‘FENTY BEAUTY’, apalagi ini punya ‘Rihanna’, tapi juga karena memang warna merah shade Uncensored — satu-satunya warna Stunna Lip Paint — terlihat menggoda. Tapi, apakah kualitasnya sebanding dengan harga dan juga bentuknya yang unik? Yuk dibaca reviewnya.

Stunna Lip Paint memiliki botol yang mirip banget sama nail polish atau kutek. Awalnya banyak yang beranggapan kalau produk ini memang kutek. Ketika foto Stunna Lip Paint muncul di halaman Instagram-nya Fenty Beauty, barulah kita tau kalau produk ini liquid lipstick.

Menurutku, nama ‘Stunna’ yang berasal dari ‘stunner‘ (cantik, menarik) memang udah cocok banget sama warna classic true red produknya. Bener-bener memberikan kesan elegan, modern, dan ‘mahal’. Maybe that’s my first impression without even trying the product. Bentuk tutup botolnya agak meruncing dan memanjang sedangkan botol tempat produknya diisi dibuat lebih lebar. Persis kutek! Hahaha..

Yang membedakan jelas bentuk aplikatornya. Stunna Lip Paint memiliki aplikator yang berbeda dan mungkin aja satu-satunya di dunia dibandingkan aplikator liquid lipstick lain. Bentuknya pendek dan chubby tapi meramping di bagian tengah, untuk memudahkan aplikasi di lekukan bibir atas dan bawah. Ujungnya sangat cocok untuk bagian-bagian bibir yang lebih sempit, misalnya sudut bibir, lekukan bagian atas bibir dan juga cupid bow.

Yang menarik adalah lapisan rubber atau karet berwarna merah di bagian mulut botol yang bisa menahan produk supaya tidak terlalu banyak yang keluar ketika aplikator dikeluarkan. Karet ini juga yang membuat produk gak bisa tumpah keluar dengan mudah. Walaupun begitu, tetap aja berkat aplikatornya sendiri, produk yang menempel pada aplikator menurutku sangat cukup untuk aplikasi full di bibir. Gak perlu dicelup berkali-kali karena sudut ramping di aplikator sepertinya yang berperan sebagai ‘penahan’ produk supaya warna lipstik bisa rata di setiap sudut.

Kalau box, Fenty Beauty gak mengistimewakan box-nya. Sama seperti produk-produk Fenty Beauty lainnya, Stunna Lip Paint pun memiliki desain yang sama.

Formula & Staying Power

Three essential values you need to know, right. Well I promise it will be worth it.

Pertama, soal formula. Stunna Lip Paint di desain sepertinya memang bukan sebagai transferproof liquid lipstick. Ini hal pertama yang perlu kalian ketahui, because simply I know maybe a part of my Instagram followers prefers transferproof liquid lipstick. Formulanya cukup cair, jadi gak bisa dikategorikan sebagai lip cream. Warna yang dihasilkan dalam 1x stroke adalah 100%, dalam artian kamu gak perlu ulas berkali-kali buat nutupin warna kulit yang terlihat ketika kamu apply lipstick. Fokusnya malah jadinya berpindah: saking pigmented dan banyaknya produk yang menempel di aplikator, kamu perlu meratakan produknya supaya gak beleberan sebelum akhirnya nge-set di bibir. Finish-nya sesuai klaim, matte. Bukan dead matte yang cenderung terlihat dull tapi lebih ke arah matte yang terkesan sehat.

Agak ngeri sih sebenernya. Udah warnanya merah, gak transferproof pula. Ugh…… banyak kok yang review-in kalau Stunna Lip Paint itu nempel dimana-mana. Kebanyakan sih mereka yang terbiasa sama transferproof matte liquid lipstick. Sebenernya sifat Stunna Lip Paint sama aja kayak lipstik tradisional, yang membedakan cuma form awalnya aja: lipstik tradisional berbentuk batangan dan Stunna Lip Paint cair. Ketika udah nge-set di bibir, Stunna Lip Paint bakalan stay di bibir (maksudnya gak beleberan atau bahasa kerennya ‘bleeding‘) tapi memang gak transferproof. Kamu coba sentuh pakai jari pun bisa nempel, apalagi digosok-gosok.

Warnanya yang tergolong ‘merah netral’ ini punya undertone biru dan kuning yang seimbang atau bahasa lainnya ‘true red‘, warna merah universal yang bisa dipakai di acara apapun, mau siang ataupun malem. Makanya Stunna Lip Paint banyak lovers-nya, yang gak suka mungkin berhubungan sama formulanya tadi: cuma gak cocok di hasil akhir dan masalah selera.

Satu hal penting yang perlu kalian tau adalah rasanya yang ringan di bibir, tapi masih terasa seperti pakai lipstik. Persissss banget rasanya seperti kamu pakai traditional lipstick. Stunna Lip Paint terasa tipis di bibir dan akan menipis sampai akhirnya luntur seiring berjalannya waktu.

Tapi, apakah tepat dengan klaim ’12-hours Matte Wear’? Menurutku sih yes. Terlepas dari sifatnya yang gak transferproof, produk ini bisa stay seharian karena mau seluntur apapun warna bakalan tetap ada di bibir. Inilah keistimewaannya lipstik merah! Bahkan, warna merah cenderung mudah stain di bibir, jadi jangan khawatir soal ini.

Kecuali kalau memang dipakai makan, ya guys. Satu hari aku makan Korean Bulgogi, lipstik hanya menyisakan warna di bagian pinggiran bibir. And it’s totally normal. Jadi… sebagai kesimpulan, mungkin sekitar 6-7 jam lipstik bisa punya performa yang sangat baik.

Lalu, apakah bikin kering? Sepengalamanku, no. Stunna Lip Paint bekerja dengan baik walaupun gak terasa menghidrasi, tapi lebih mempertahankan kondisi bibir yang kamu punya. Jangan berharap sama lipstik kalau kamu pengen bibir kamu gak kering. Berharaplah sama air minum supaya badan lebih terhidrasi dari dalam. Hehehehe..

Jadi gimana? Sudah puas sama reviewnya? Jangan lupa share kalau dirasa bermanfaat yaa..

See you again in another review!

Where to Buy

@karabeautyshop (INSTAGRAM), IDR 330,000,- (bertepatan dengan Sephora Sale)

Swatches

[masterslider id=”66″]

Lippierating

[penci_review]