[:en]Hello!

Gak kerasa udah akhir tahun aja :’) Apa resolusi di tahun ini yang udah tercapai? Kalau aku, insya Allah sih udah sebagian besar tercapai, kecuali tabungan :’) Tapiiii…. inilah yang bikin Resolusi 2018 semakin padat, semakin mantap. Berarti ada hal-hal yang perlu aku koreksi dari diri aku sendiri, dan ada juga yang perlu banget disyukuri karena aku udah ‘naik level’. Makanya, perayaan itu perlu supaya kita lebih semangat lagi. Aku sih sederhana, lebih seneng kumpul sama keluarga karena setahun ini sibuk kerja. Masak liwet ala Sunda, jalan-jalan sehat ke gunung bareng keluarga, dan lain-lain. Kalau kalian gimana guys?

Bertepatan dengan perayaan diri kita yang baru, di tanggal 16 Desember kemarin aku menghadiri launching event-nya LOOKÉ Cosmetics ‘Holy Lip Series’ di Jogja yang memiliki tema yang sama ‘Celebrating the New You’. Kota yang adem, asri, dan ramah! Makanya ketika LOOKÉ menanyakan apakah aku mau, jelas aku jawab “YESSS!”, because Jogja always feels nice dan tentu aja menjadi sebuah kebanggaan untuk terlibat di proses launch sebuah brand. LOOKÉ sendiri adalah brand baru yang memang berasal dari Jogja, dibawah naungan PT. AVO Innovation Technology dengan base company yang juga berada di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. AVO Innovation Technology merupakan perusahaan yang memiliki brand skincare AVOSKIN, aku yakin brand ini udah gak asing lagi karena memang menyasar pasar secara offline maupun online, apalagi banyak beauty influencers & bloggers yang udah review produknya.

ABOUT THE BRAND (LOOKÉ)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, LOOKÉ bisa aja baru. Tapi perusahaan yang memilikinya udah eksis dari tahun 2014, dan sudah berhasil dengan Avoskin. So I got a good feeling about this ‘anak bawang‘ brand, baik dalam konsep brand-nya maupun kualitasnya. LOOKÉ akhirnya masuk ke pasar kosmetika Indonesia di bulan Desember 2017, masih fresh off the boat! Produk satu-satunya LOOKÉ, Holy Lip Series sudah terdaftar di BPOM, serta membawa label ‘Cruelty Free‘, Vegan, Halal, Sulfate Free, dan Paraben Free.

Klaim Produk (HOLY LIP CRÈME):

Holy Lip Crème will give a true matte finished look. It’s lightweight and last for hours. With additional of nourishing ingredients, it’ll give non-drying feeling and glide smoothly on your lips.

Klaim Produk (HOLY LIP POLISH):

Holy Lip Polish is a glossy liquid lipstick formulated with vitamin E and shea butter to moisturize and protects your lips all day long. The shine finish in this formula will give a voluminous effect to your lips without any stickiness.

INSPIRASI PRODUK

LOOKÉ Holy Lip Crème is heavily influenced by Greek’s goddesses / dewi dalam mitologi Yunani. Sebut aja Hebe, Gaia, Thalia, dan Irene. Hebe (baca: Hi-bi), adalah anak dari Zeus dan Hera dan juga istri dari Herkules. Hebe merupakan goddess of youth, atau dewi masa muda dan memiliki kemampuan ‘meremajakan’. Gaia (baca: gei-a atau gai-a) termasuk ‘angkatan awal’ dewa-dewi Yunani, yang merepresentasikan Mother Earth atau planet Bumi dan sebagai ‘ibu dari semua’, sehingga ia dianggap sebagai dewi Bumi yang utama. Thalia adalah putri dari Zeus, dan salah satu dari three Graces bersama dua saudara perempuannya Aglaea dan Euphrosyne. Thalia merupakan goddess of festivity atau ‘dewi perayaan dan perjamuan’, yang dimana ia selalu terlihat berdansa bersama dua saudara perempuannya di setiap perayaan. Irene /Eirene (i-ri-ni / ai-ri-ni) merupakan dewi kedamaian, dan sangat dikenal luas oleh masyarakat Athena.

FORMULA

Karena Holy Lip Series memiliki dua produk: Holy Lip Créme dan Holy Lip Polish, maka penjelasan mengenai formula akan aku bagi menjadi 2 poin ya..

  • HOLY LIP CRÈME

Brand kosmetik jaman now kayaknya merasa belum lengkap kalau belum rilis produk yang masih happening: Lip Cream / Liquid Lipstick. Enggak salah sama sekali kok, malah menurutku sih ‘The More, The Merrier’. Giliran brand-nya sendiri yang mesti pinter berinovasi agar produk gak sama aja kayak yang lain’. Because we all know, nothing can beat stagnancy except innovation. Kalau gitu-gitu aja, rasanya percuma. Bener ‘kan?

As a disclosure, LOOKÉ Holy Lip Series diproduksi di PT. Cedefindo. Banyak banget brand yang private labelling produknya disini. Beberapa diantaranya memang jadi favoritku karena kualitas formulasinya yang baik. Hanya aja… dari sekian banyak brand yang punya produk lip cream dan diproduksi di Cedefindo, formulanya gak ada yang benar-benar mirip satu sama lain. Termasuk LOOKÉ ini.

LOOKÉ Holy Lip Crème memiliki formula yang creamy dengan finish semi transferproof matte. Sekali ulas, produk udah bisa menutup warna asli kulit karena bisa dibilang cukup banyak produk yang nempel di aplikator. Kualitas produknya sendiri menurutku sangat baik, dimana pigmentasi, tekstur, dan color payoff-nya seimbang dan sama-sama diatas rata-rata. Pigmentasi yang ditawarkan jelas full, teksturnya sendiri terasa lembut di bibir ketika sudah benar-benar set jadi matte, dan warna yang dihasilkan benar-benar jelas dan tidak ada kecenderungan patchy sama sekali. Oh ya, produk ini oxidize walaupun gak banyak, warnanya bisa jadi sedikit lebih muted dari warna aslinya. Akupun gak heran karena liquid-to-matte lip cream / liquid lipstick memang biasa seperti itu.

Satu hal yang aku bisa pastikan: jika lip cream yang sudah set di bibir kamu pegang-pegang, rasanya tidak akan kasar ataupun terasa ‘hugging‘ banget di bibir sampai seperti ketarik-tarik. Meskipun begitu, Lip cream akan stay dengan baik, tanpa ada rasa lengket sama sekali dan kalau dipegang pun produk yang nempel ke jari gak akan banyak.

Selain itu, Holy Lip Crème memiliki kemampuan fleksibilitas yang sangat baik, sehingga aku ketawa selebar apapun, atau manyun selebay apapun gak bikin produk ‘retak’ di bibir. Holy Lip Crème juga tidak mengaksentuasi (memperjelas) garis-garis bibir, jadi bibir gak terlihat sangat kering padahal pada kenyataannya oke-oke aja.

Untuk wanginya, Holy Lip Crème memiliki wangi khas lip cream yang sangat lembut, bukan wangi artificial / plastik yang bikin pusing. So I think this won’t be a problem at all.

  • HOLY LIP POLISH

Now let’s move on to the Holy Lip Polish, which is a lip gloss! Jujur aja awalnya aku bingung kenapa sih LOOKÉ cuma ngeluarin 1 shade lip gloss aja? Gak sekalian ada 4 gitu biar seimbang? Ternyata Holy Lip Polish ini merupakan multifunction gloss yang bisa dipakai untuk Lip topper (sesuai klaimnya LOOKÉ), dan aku coba bereksperimen dengan mencampur-campurkannya dengan Holy Lip Crème untuk dapetin formula yang ‘baru’. Dengan ngatur rasio Lip Polish dan Lip Crème, aku bisa dapetin formula creamy ataupun satin. Caranya gampang banget, nanti aku share disini ya.

Nah, Holy Lip Polish saat ini hanya memiliki 1 shade, yaitu LUNA untuk merepresentasikan Bulan dalam mitologi Yunani. Kalau disesuaikan dengan mitologi Yunani, Luna bukan cuma dianggap sebagai seorang dewi tapi sebagai perwujudan ilahi (divine embodiment) dan juga ‘pelengkap’ Sol (Matahari) yang diciptakan oleh tuhan. Luna memiliki peran penting dalam mitologi Yunani, begitu juga Luna dalam Holy Lip Polish. Seperti yang aku bilang tadi, Luna Holy Lip Polish memiliki fungsi yang cukup banyak, bukan cuma berperan sebagai classic lip gloss.

Holy Lip Polish ini sheer colored gloss, yang artinya tidak memiliki pigmentasi yang pekat tapi tetap memiliki warna. Makanya Holy Lip Polish di dalam botolnya terlihat seperti lip cream biasa, tapi ketika diulas warna yang dikeluarkan hampir clear. Sifatnya sangat kental dan susah diratakan, sehingga perlu berkali-kali celup supaya bisa bikin full application. On the bright side, Holy Lip Polish gak gampang ‘ngegeser’ apalagi bleedingit will stay.

Luna sendiri punya warna soft pink dengan partikel glitter yang tidak terlalu banyak sehingga kemilau yang dihasilkan gak se-lebay glitterly lip cream / lip gloss, sangat wearable bahkan untuk dipakai sebagai lip topper diatas bare lips!

As promise, jika kalian memutuskan untuk membeli Holy Lip Polish ‘Luna’:

  • Untuk menghasilkan formula creamy lipstick, rasio produk yang diperlukan: 1:2 (1 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula creamy lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula satin lipstick, rasio produk yang diperlukan: 2:1 (2 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula satin lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula colored glossy lipstick with a touch of soft glitter, rasio produk yang diperlukan: 2:2 (2 stroke Holy Lip Crème : 2 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula glossy lipstick.

Perlu diingat, cara seperti ini jelas mempengaruhi ketahanan produk di bibir. Semakin creamy / glossy produknya, semakin berkurang daya tahannya. Dan karena Holy Lip Polish ‘Luna’ punya warna walaupun sangat sheer, maka warna Holy Lip Crème yang dicampurkan akan menjadi lebih vibrant dibandingkan jika gak pakai Luna sama sekali. So, pick a choice, sesuaikan dengan selera masing-masing. Hehehehe..

Mungkin nantinya LOOKÈ mengeluarkan warna lain untuk Holy Lip Polish akupun gak tau, tapi menurutku this particular shade (Luna) merupakan produk wajib yang perlu kalian punya karena fungsinya yang banyak.

Satu-satunya kelemahan produk ini adalah susah diratakan karena menurutku aplikatornya kurang bisa ngambil produk dengan baik dari dalam botol. Aplikator Lip Polish sama dengan aplikator Lip Crème, seharusnya Lip Polish memiliki aplikator yang lebih panjang dan gepeng supaya bisa dengan mudah mengambil dan menjangkau produk dan mudah pula diratakan di bibir.

LONGEVITY (DAYA TAHAN)

Holy Lip Crème bisa tahan sampai 10 jam tanpa touch up (terbukti ketika event LOOKÉ, aku pakai shade GAIA selama lebih dari 10 jam dari jam 2 siang sampai 12 malam) tanpa bikin bibir terasa kering. Memang tampilannya tidak akan se-perfect jam-jam awal (and this is totally normal though), tapi dengan daya tahan selama itu menurutku produk memiliki performa yang sangat baik. Aku sempat update Insta story dan posting foto-foto event dengan kondisi bibir yang masih terlihat layak dan baik di Instagramku, so you can see it by yourself.

Hanya saja, seperti yang aku bilang… performa produk tidak akan sebaik di jam-jam awal. Memasuki jam minum kopi (pukul 21.00 malam itu, which is udah masuk jam ke-8), lipstik mulai fading terutama di bagian tengah bibir.

Holy Lip Polish sendiri memiliki daya tahan yang jauh lebih pendek karena memang lip gloss gak bisa tahan selama itu di bibir. Sekitar 3-4 jam udah mulai hilang dari bibir, terkecuali kalau dipakai diatas lip cream sebagai topper, life span-nya bisa bertambah menjadi 4-5 jam walaupun yang tersisa di bibir biasanya lapisan tipis dari warna lip creamnya itu sendiri.

PACKAGING

Holy Lip Polish dan Holy Lip Crème memiliki packaging yang sama, yaitu box lebar warna hitam dengan aksen silver & font berwarna putih. Box-nya berbeda dari box packaging biasanya yang dibuat lebih lebar, seperti box SASC Official, VAL, dan lain-lain sehingga terkesan lebih bulky tapi malah menurutku box yang seperti inilah yang collectible. Kalian bisa lihat nama dan deskripsi setiap shade, logo LOOKÉ dan aksen geometrik modern yang memanjang ke bagian samping di bagian depan box, sedangkan di bagian belakang box lengkap berisi: deskripsi produk, ingredients list, manufacturer (produsen), distributor, nomor BPOM, kode produksi, expiry date, official website, period after opening (12 bulan) dan juga label ‘Made in Indonesia’ dan ‘Not Tested on Animal’. Di bagian kanan dan kiri ada keterangan nama produk ‘Holy Lip Crème’ atau ‘Holy Lip Polish’ dan #CelebratingTheNewYou sebagai tagline produk.

[one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] [/one_third_col_last] [one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] e [/one_third_col_last]

✨ INGREDIENTS

Holy Lip Crème:

Isododecane, Cyclomethicone, Mica, Dimethicone, Cera Microcristallina, Titanium Dioxide, Trimethylsiloxysilicate, Dextrin Palmitate, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Silica Dimethyl Silylate, Disteardimonium Hectorite, Phenoxyethanol, Flavour, Propylene Carbonate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol.

Holy Lip Polish:

Hydrogenated Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Diisostearyl Malate, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Tridecyl Trimellitate, Flavour, Calcium Sodium Borosilicate, Phenoxyethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Triethoxycaprylylsilane.

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP CRÈME:

Seperti data diatas, Holy Lip Crème memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate dan juga Titanium Dioxide, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben. Hal yang aku sukai dari LOOKÉ walaupun mereka gak pakai Paraben, tapi mereka juga mengedukasi customer bahwa Paraben is okay. Kalian bisa baca ulasannya di blog-nya LOOKÉ disini.

 

 

 

 

 

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP POLISH:

Sama halnya dengan Holy Lip Crème, Holy Lip Polish juga memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben.

 

 

 

 

 

 

Semua produk LOOKÉ sudah terdaftar di BPOM:

✨ SWATCHES

[masterslider id=”67″]

✨ HARGA DAN PEMBELIAN

Harga: 139,000 dan bisa didapatkan di website official LOOKÉ Cosmetics.

✨ OVERALL REVIEW

[penci_review]

 [:id]Hello!

Gak kerasa udah akhir tahun aja :’) Apa resolusi di tahun ini yang udah tercapai? Kalau aku, insya Allah sih udah sebagian besar tercapai, kecuali tabungan :’) Tapiiii…. inilah yang bikin Resolusi 2018 semakin padat, semakin mantap. Berarti ada hal-hal yang perlu aku koreksi dari diri aku sendiri, dan ada juga yang perlu banget disyukuri karena aku udah ‘naik level’. Makanya, perayaan itu perlu supaya kita lebih semangat lagi. Aku sih sederhana, lebih seneng kumpul sama keluarga karena setahun ini sibuk kerja. Masak liwet ala Sunda, jalan-jalan sehat ke gunung bareng keluarga, dan lain-lain. Kalau kalian gimana guys?

Bertepatan dengan perayaan diri kita yang baru, di tanggal 16 Desember kemarin aku menghadiri launching event-nya LOOKÉ Cosmetics ‘Holy Lip Series’ di Jogja yang memiliki tema yang sama ‘Celebrating the New You’. Kota yang adem, asri, dan ramah! Makanya ketika LOOKÉ menanyakan apakah aku mau, jelas aku jawab “YESSS!”, because Jogja always feels nice dan tentu aja menjadi sebuah kebanggaan untuk terlibat di proses launch sebuah brand. LOOKÉ sendiri adalah brand baru yang memang berasal dari Jogja, dibawah naungan PT. AVO Innovation Technology dengan base company yang juga berada di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. AVO Innovation Technology merupakan perusahaan yang memiliki brand skincare AVOSKIN, aku yakin brand ini udah gak asing lagi karena memang menyasar pasar secara offline maupun online, apalagi banyak beauty influencers & bloggers yang udah review produknya.

ABOUT THE BRAND (LOOKÉ)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, LOOKÉ bisa aja baru. Tapi perusahaan yang memilikinya udah eksis dari tahun 2014, dan sudah berhasil dengan Avoskin. So I got a good feeling about this ‘anak bawang‘ brand, baik dalam konsep brand-nya maupun kualitasnya. LOOKÉ akhirnya masuk ke pasar kosmetika Indonesia di bulan Desember 2017, masih fresh off the boat! Produk satu-satunya LOOKÉ, Holy Lip Series sudah terdaftar di BPOM, serta membawa label ‘Cruelty Free‘, Vegan, Halal, Sulfate Free, dan Paraben Free.

Klaim Produk (HOLY LIP CRÈME):

Holy Lip Crème will give a true matte finished look. It’s lightweight and last for hours. With additional of nourishing ingredients, it’ll give non-drying feeling and glide smoothly on your lips.

Klaim Produk (HOLY LIP POLISH):

Holy Lip Polish is a glossy liquid lipstick formulated with vitamin E and shea butter to moisturize and protects your lips all day long. The shine finish in this formula will give a voluminous effect to your lips without any stickiness.

INSPIRASI PRODUK

LOOKÉ Holy Lip Crème is heavily influenced by Greek’s goddesses / dewi dalam mitologi Yunani. Sebut aja Hebe, Gaia, Thalia, dan Irene. Hebe (baca: Hi-bi), adalah anak dari Zeus dan Hera dan juga istri dari Herkules. Hebe merupakan goddess of youth, atau dewi masa muda dan memiliki kemampuan ‘meremajakan’. Gaia (baca: gei-a atau gai-a) termasuk ‘angkatan awal’ dewa-dewi Yunani, yang merepresentasikan Mother Earth atau planet Bumi dan sebagai ‘ibu dari semua’, sehingga ia dianggap sebagai dewi Bumi yang utama. Thalia adalah putri dari Zeus, dan salah satu dari three Graces bersama dua saudara perempuannya Aglaea dan Euphrosyne. Thalia merupakan goddess of festivity atau ‘dewi perayaan dan perjamuan’, yang dimana ia selalu terlihat berdansa bersama dua saudara perempuannya di setiap perayaan. Irene /Eirene (i-ri-ni / ai-ri-ni) merupakan dewi kedamaian, dan sangat dikenal luas oleh masyarakat Athena.

FORMULA

Karena Holy Lip Series memiliki dua produk: Holy Lip Créme dan Holy Lip Polish, maka penjelasan mengenai formula akan aku bagi menjadi 2 poin ya..

  • HOLY LIP CRÈME

Brand kosmetik jaman now kayaknya merasa belum lengkap kalau belum rilis produk yang masih happening: Lip Cream / Liquid Lipstick. Enggak salah sama sekali kok, malah menurutku sih ‘The More, The Merrier’. Giliran brand-nya sendiri yang mesti pinter berinovasi agar produk gak sama aja kayak yang lain’. Because we all know, nothing can beat stagnancy except innovation. Kalau gitu-gitu aja, rasanya percuma. Bener ‘kan?

As a disclosure, LOOKÉ Holy Lip Series diproduksi di PT. Cedefindo. Banyak banget brand yang private labelling produknya disini. Beberapa diantaranya memang jadi favoritku karena kualitas formulasinya yang baik. Hanya aja… dari sekian banyak brand yang punya produk lip cream dan diproduksi di Cedefindo, formulanya gak ada yang benar-benar mirip satu sama lain. Termasuk LOOKÉ ini.

LOOKÉ Holy Lip Crème memiliki formula yang creamy dengan finish semi transferproof matte. Sekali ulas, produk udah bisa menutup warna asli kulit karena bisa dibilang cukup banyak produk yang nempel di aplikator. Kualitas produknya sendiri menurutku sangat baik, dimana pigmentasi, tekstur, dan color payoff-nya seimbang dan sama-sama diatas rata-rata. Pigmentasi yang ditawarkan jelas full, teksturnya sendiri terasa lembut di bibir ketika sudah benar-benar set jadi matte, dan warna yang dihasilkan benar-benar jelas dan tidak ada kecenderungan patchy sama sekali. Oh ya, produk ini oxidize walaupun gak banyak, warnanya bisa jadi sedikit lebih muted dari warna aslinya. Akupun gak heran karena liquid-to-matte lip cream / liquid lipstick memang biasa seperti itu.

Satu hal yang aku bisa pastikan: jika lip cream yang sudah set di bibir kamu pegang-pegang, rasanya tidak akan kasar ataupun terasa ‘hugging‘ banget di bibir sampai seperti ketarik-tarik. Meskipun begitu, Lip cream akan stay dengan baik, tanpa ada rasa lengket sama sekali dan kalau dipegang pun produk yang nempel ke jari gak akan banyak.

Selain itu, Holy Lip Crème memiliki kemampuan fleksibilitas yang sangat baik, sehingga aku ketawa selebar apapun, atau manyun selebay apapun gak bikin produk ‘retak’ di bibir. Holy Lip Crème juga tidak mengaksentuasi (memperjelas) garis-garis bibir, jadi bibir gak terlihat sangat kering padahal pada kenyataannya oke-oke aja.

Untuk wanginya, Holy Lip Crème memiliki wangi khas lip cream yang sangat lembut, bukan wangi artificial / plastik yang bikin pusing. So I think this won’t be a problem at all.

  • HOLY LIP POLISH

Now let’s move on to the Holy Lip Polish, which is a lip gloss! Jujur aja awalnya aku bingung kenapa sih LOOKÉ cuma ngeluarin 1 shade lip gloss aja? Gak sekalian ada 4 gitu biar seimbang? Ternyata Holy Lip Polish ini merupakan multifunction gloss yang bisa dipakai untuk Lip topper (sesuai klaimnya LOOKÉ), dan aku coba bereksperimen dengan mencampur-campurkannya dengan Holy Lip Crème untuk dapetin formula yang ‘baru’. Dengan ngatur rasio Lip Polish dan Lip Crème, aku bisa dapetin formula creamy ataupun satin. Caranya gampang banget, nanti aku share disini ya.

Nah, Holy Lip Polish saat ini hanya memiliki 1 shade, yaitu LUNA untuk merepresentasikan Bulan dalam mitologi Yunani. Kalau disesuaikan dengan mitologi Yunani, Luna bukan cuma dianggap sebagai seorang dewi tapi sebagai perwujudan ilahi (divine embodiment) dan juga ‘pelengkap’ Sol (Matahari) yang diciptakan oleh tuhan. Luna memiliki peran penting dalam mitologi Yunani, begitu juga Luna dalam Holy Lip Polish. Seperti yang aku bilang tadi, Luna Holy Lip Polish memiliki fungsi yang cukup banyak, bukan cuma berperan sebagai classic lip gloss.

Holy Lip Polish ini sheer colored gloss, yang artinya tidak memiliki pigmentasi yang pekat tapi tetap memiliki warna. Makanya Holy Lip Polish di dalam botolnya terlihat seperti lip cream biasa, tapi ketika diulas warna yang dikeluarkan hampir clear. Sifatnya sangat kental dan susah diratakan, sehingga perlu berkali-kali celup supaya bisa bikin full application. On the bright side, Holy Lip Polish gak gampang ‘ngegeser’ apalagi bleedingit will stay.

Luna sendiri punya warna soft pink dengan partikel glitter yang tidak terlalu banyak sehingga kemilau yang dihasilkan gak se-lebay glitterly lip cream / lip gloss, sangat wearable bahkan untuk dipakai sebagai lip topper diatas bare lips!

As promise, jika kalian memutuskan untuk membeli Holy Lip Polish ‘Luna’:

  • Untuk menghasilkan formula creamy lipstick, rasio produk yang diperlukan: 1:2 (1 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula creamy lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula satin lipstick, rasio produk yang diperlukan: 2:1 (2 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula satin lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula colored glossy lipstick with a touch of soft glitter, rasio produk yang diperlukan: 2:2 (2 stroke Holy Lip Crème : 2 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula glossy lipstick.

Perlu diingat, cara seperti ini jelas mempengaruhi ketahanan produk di bibir. Semakin creamy / glossy produknya, semakin berkurang daya tahannya. Dan karena Holy Lip Polish ‘Luna’ punya warna walaupun sangat sheer, maka warna Holy Lip Crème yang dicampurkan akan menjadi lebih vibrant dibandingkan jika gak pakai Luna sama sekali. So, pick a choice, sesuaikan dengan selera masing-masing. Hehehehe..

Mungkin nantinya LOOKÈ mengeluarkan warna lain untuk Holy Lip Polish akupun gak tau, tapi menurutku this particular shade (Luna) merupakan produk wajib yang perlu kalian punya karena fungsinya yang banyak.

Satu-satunya kelemahan produk ini adalah susah diratakan karena menurutku aplikatornya kurang bisa ngambil produk dengan baik dari dalam botol. Aplikator Lip Polish sama dengan aplikator Lip Crème, seharusnya Lip Polish memiliki aplikator yang lebih panjang dan gepeng supaya bisa dengan mudah mengambil dan menjangkau produk dan mudah pula diratakan di bibir.

LONGEVITY (DAYA TAHAN)

Holy Lip Crème bisa tahan sampai 10 jam tanpa touch up (terbukti ketika event LOOKÉ, aku pakai shade GAIA selama lebih dari 10 jam dari jam 2 siang sampai 12 malam) tanpa bikin bibir terasa kering. Memang tampilannya tidak akan se-perfect jam-jam awal (and this is totally normal though), tapi dengan daya tahan selama itu menurutku produk memiliki performa yang sangat baik. Aku sempat update Insta story dan posting foto-foto event dengan kondisi bibir yang masih terlihat layak dan baik di Instagramku, so you can see it by yourself.

Hanya saja, seperti yang aku bilang… performa produk tidak akan sebaik di jam-jam awal. Memasuki jam minum kopi (pukul 21.00 malam itu, which is udah masuk jam ke-8), lipstik mulai fading terutama di bagian tengah bibir.

Holy Lip Polish sendiri memiliki daya tahan yang jauh lebih pendek karena memang lip gloss gak bisa tahan selama itu di bibir. Sekitar 3-4 jam udah mulai hilang dari bibir, terkecuali kalau dipakai diatas lip cream sebagai topper, life span-nya bisa bertambah menjadi 4-5 jam walaupun yang tersisa di bibir biasanya lapisan tipis dari warna lip creamnya itu sendiri.

PACKAGING

Holy Lip Polish dan Holy Lip Crème memiliki packaging yang sama, yaitu box lebar warna hitam dengan aksen silver & font berwarna putih. Box-nya berbeda dari box packaging biasanya yang dibuat lebih lebar, seperti box SASC Official, VAL, dan lain-lain sehingga terkesan lebih bulky tapi malah menurutku box yang seperti inilah yang collectible. Kalian bisa lihat nama dan deskripsi setiap shade, logo LOOKÉ dan aksen geometrik modern yang memanjang ke bagian samping di bagian depan box, sedangkan di bagian belakang box lengkap berisi: deskripsi produk, ingredients list, manufacturer (produsen), distributor, nomor BPOM, kode produksi, expiry date, official website, period after opening (12 bulan) dan juga label ‘Made in Indonesia’ dan ‘Not Tested on Animal’. Di bagian kanan dan kiri ada keterangan nama produk ‘Holy Lip Crème’ atau ‘Holy Lip Polish’ dan #CelebratingTheNewYou sebagai tagline produk.

[one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] [/one_third_col_last] [one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] e [/one_third_col_last]

✨ INGREDIENTS

Holy Lip Crème:

Isododecane, Cyclomethicone, Mica, Dimethicone, Cera Microcristallina, Titanium Dioxide, Trimethylsiloxysilicate, Dextrin Palmitate, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Silica Dimethyl Silylate, Disteardimonium Hectorite, Phenoxyethanol, Flavour, Propylene Carbonate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol.

Holy Lip Polish:

Hydrogenated Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Diisostearyl Malate, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Tridecyl Trimellitate, Flavour, Calcium Sodium Borosilicate, Phenoxyethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Triethoxycaprylylsilane.

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP CRÈME:

Seperti data diatas, Holy Lip Crème memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate dan juga Titanium Dioxide, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben. Hal yang aku sukai dari LOOKÉ walaupun mereka gak pakai Paraben, tapi mereka juga mengedukasi customer bahwa Paraben is okay. Kalian bisa baca ulasannya di blog-nya LOOKÉ disini.

 

 

 

 

 

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP POLISH:

Sama halnya dengan Holy Lip Crème, Holy Lip Polish juga memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben.

 

 

 

 

 

 

Semua produk LOOKÉ sudah terdaftar di BPOM:

✨ SWATCHES

[masterslider id=”67″]

✨ HARGA DAN PEMBELIAN

Harga: 139,000 dan bisa didapatkan di website official LOOKÉ Cosmetics.

✨ OVERALL REVIEW

[penci_review]

 [:]

[:en]Hello!

Gak kerasa udah akhir tahun aja :’) Apa resolusi di tahun ini yang udah tercapai? Kalau aku, insya Allah sih udah sebagian besar tercapai, kecuali tabungan :’) Tapiiii…. inilah yang bikin Resolusi 2018 semakin padat, semakin mantap. Berarti ada hal-hal yang perlu aku koreksi dari diri aku sendiri, dan ada juga yang perlu banget disyukuri karena aku udah ‘naik level’. Makanya, perayaan itu perlu supaya kita lebih semangat lagi. Aku sih sederhana, lebih seneng kumpul sama keluarga karena setahun ini sibuk kerja. Masak liwet ala Sunda, jalan-jalan sehat ke gunung bareng keluarga, dan lain-lain. Kalau kalian gimana guys?

Bertepatan dengan perayaan diri kita yang baru, di tanggal 16 Desember kemarin aku menghadiri launching event-nya LOOKÉ Cosmetics ‘Holy Lip Series’ di Jogja yang memiliki tema yang sama ‘Celebrating the New You’. Kota yang adem, asri, dan ramah! Makanya ketika LOOKÉ menanyakan apakah aku mau, jelas aku jawab “YESSS!”, because Jogja always feels nice dan tentu aja menjadi sebuah kebanggaan untuk terlibat di proses launch sebuah brand. LOOKÉ sendiri adalah brand baru yang memang berasal dari Jogja, dibawah naungan PT. AVO Innovation Technology dengan base company yang juga berada di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. AVO Innovation Technology merupakan perusahaan yang memiliki brand skincare AVOSKIN, aku yakin brand ini udah gak asing lagi karena memang menyasar pasar secara offline maupun online, apalagi banyak beauty influencers & bloggers yang udah review produknya.

ABOUT THE BRAND (LOOKÉ)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, LOOKÉ bisa aja baru. Tapi perusahaan yang memilikinya udah eksis dari tahun 2014, dan sudah berhasil dengan Avoskin. So I got a good feeling about this ‘anak bawang‘ brand, baik dalam konsep brand-nya maupun kualitasnya. LOOKÉ akhirnya masuk ke pasar kosmetika Indonesia di bulan Desember 2017, masih fresh off the boat! Produk satu-satunya LOOKÉ, Holy Lip Series sudah terdaftar di BPOM, serta membawa label ‘Cruelty Free‘, Vegan, Halal, Sulfate Free, dan Paraben Free.

Klaim Produk (HOLY LIP CRÈME):

Holy Lip Crème will give a true matte finished look. It’s lightweight and last for hours. With additional of nourishing ingredients, it’ll give non-drying feeling and glide smoothly on your lips.

Klaim Produk (HOLY LIP POLISH):

Holy Lip Polish is a glossy liquid lipstick formulated with vitamin E and shea butter to moisturize and protects your lips all day long. The shine finish in this formula will give a voluminous effect to your lips without any stickiness.

INSPIRASI PRODUK

LOOKÉ Holy Lip Crème is heavily influenced by Greek’s goddesses / dewi dalam mitologi Yunani. Sebut aja Hebe, Gaia, Thalia, dan Irene. Hebe (baca: Hi-bi), adalah anak dari Zeus dan Hera dan juga istri dari Herkules. Hebe merupakan goddess of youth, atau dewi masa muda dan memiliki kemampuan ‘meremajakan’. Gaia (baca: gei-a atau gai-a) termasuk ‘angkatan awal’ dewa-dewi Yunani, yang merepresentasikan Mother Earth atau planet Bumi dan sebagai ‘ibu dari semua’, sehingga ia dianggap sebagai dewi Bumi yang utama. Thalia adalah putri dari Zeus, dan salah satu dari three Graces bersama dua saudara perempuannya Aglaea dan Euphrosyne. Thalia merupakan goddess of festivity atau ‘dewi perayaan dan perjamuan’, yang dimana ia selalu terlihat berdansa bersama dua saudara perempuannya di setiap perayaan. Irene /Eirene (i-ri-ni / ai-ri-ni) merupakan dewi kedamaian, dan sangat dikenal luas oleh masyarakat Athena.

FORMULA

Karena Holy Lip Series memiliki dua produk: Holy Lip Créme dan Holy Lip Polish, maka penjelasan mengenai formula akan aku bagi menjadi 2 poin ya..

  • HOLY LIP CRÈME

Brand kosmetik jaman now kayaknya merasa belum lengkap kalau belum rilis produk yang masih happening: Lip Cream / Liquid Lipstick. Enggak salah sama sekali kok, malah menurutku sih ‘The More, The Merrier’. Giliran brand-nya sendiri yang mesti pinter berinovasi agar produk gak sama aja kayak yang lain’. Because we all know, nothing can beat stagnancy except innovation. Kalau gitu-gitu aja, rasanya percuma. Bener ‘kan?

As a disclosure, LOOKÉ Holy Lip Series diproduksi di PT. Cedefindo. Banyak banget brand yang private labelling produknya disini. Beberapa diantaranya memang jadi favoritku karena kualitas formulasinya yang baik. Hanya aja… dari sekian banyak brand yang punya produk lip cream dan diproduksi di Cedefindo, formulanya gak ada yang benar-benar mirip satu sama lain. Termasuk LOOKÉ ini.

LOOKÉ Holy Lip Crème memiliki formula yang creamy dengan finish semi transferproof matte. Sekali ulas, produk udah bisa menutup warna asli kulit karena bisa dibilang cukup banyak produk yang nempel di aplikator. Kualitas produknya sendiri menurutku sangat baik, dimana pigmentasi, tekstur, dan color payoff-nya seimbang dan sama-sama diatas rata-rata. Pigmentasi yang ditawarkan jelas full, teksturnya sendiri terasa lembut di bibir ketika sudah benar-benar set jadi matte, dan warna yang dihasilkan benar-benar jelas dan tidak ada kecenderungan patchy sama sekali. Oh ya, produk ini oxidize walaupun gak banyak, warnanya bisa jadi sedikit lebih muted dari warna aslinya. Akupun gak heran karena liquid-to-matte lip cream / liquid lipstick memang biasa seperti itu.

Satu hal yang aku bisa pastikan: jika lip cream yang sudah set di bibir kamu pegang-pegang, rasanya tidak akan kasar ataupun terasa ‘hugging‘ banget di bibir sampai seperti ketarik-tarik. Meskipun begitu, Lip cream akan stay dengan baik, tanpa ada rasa lengket sama sekali dan kalau dipegang pun produk yang nempel ke jari gak akan banyak.

Selain itu, Holy Lip Crème memiliki kemampuan fleksibilitas yang sangat baik, sehingga aku ketawa selebar apapun, atau manyun selebay apapun gak bikin produk ‘retak’ di bibir. Holy Lip Crème juga tidak mengaksentuasi (memperjelas) garis-garis bibir, jadi bibir gak terlihat sangat kering padahal pada kenyataannya oke-oke aja.

Untuk wanginya, Holy Lip Crème memiliki wangi khas lip cream yang sangat lembut, bukan wangi artificial / plastik yang bikin pusing. So I think this won’t be a problem at all.

  • HOLY LIP POLISH

Now let’s move on to the Holy Lip Polish, which is a lip gloss! Jujur aja awalnya aku bingung kenapa sih LOOKÉ cuma ngeluarin 1 shade lip gloss aja? Gak sekalian ada 4 gitu biar seimbang? Ternyata Holy Lip Polish ini merupakan multifunction gloss yang bisa dipakai untuk Lip topper (sesuai klaimnya LOOKÉ), dan aku coba bereksperimen dengan mencampur-campurkannya dengan Holy Lip Crème untuk dapetin formula yang ‘baru’. Dengan ngatur rasio Lip Polish dan Lip Crème, aku bisa dapetin formula creamy ataupun satin. Caranya gampang banget, nanti aku share disini ya.

Nah, Holy Lip Polish saat ini hanya memiliki 1 shade, yaitu LUNA untuk merepresentasikan Bulan dalam mitologi Yunani. Kalau disesuaikan dengan mitologi Yunani, Luna bukan cuma dianggap sebagai seorang dewi tapi sebagai perwujudan ilahi (divine embodiment) dan juga ‘pelengkap’ Sol (Matahari) yang diciptakan oleh tuhan. Luna memiliki peran penting dalam mitologi Yunani, begitu juga Luna dalam Holy Lip Polish. Seperti yang aku bilang tadi, Luna Holy Lip Polish memiliki fungsi yang cukup banyak, bukan cuma berperan sebagai classic lip gloss.

Holy Lip Polish ini sheer colored gloss, yang artinya tidak memiliki pigmentasi yang pekat tapi tetap memiliki warna. Makanya Holy Lip Polish di dalam botolnya terlihat seperti lip cream biasa, tapi ketika diulas warna yang dikeluarkan hampir clear. Sifatnya sangat kental dan susah diratakan, sehingga perlu berkali-kali celup supaya bisa bikin full application. On the bright side, Holy Lip Polish gak gampang ‘ngegeser’ apalagi bleedingit will stay.

Luna sendiri punya warna soft pink dengan partikel glitter yang tidak terlalu banyak sehingga kemilau yang dihasilkan gak se-lebay glitterly lip cream / lip gloss, sangat wearable bahkan untuk dipakai sebagai lip topper diatas bare lips!

As promise, jika kalian memutuskan untuk membeli Holy Lip Polish ‘Luna’:

  • Untuk menghasilkan formula creamy lipstick, rasio produk yang diperlukan: 1:2 (1 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula creamy lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula satin lipstick, rasio produk yang diperlukan: 2:1 (2 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula satin lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula colored glossy lipstick with a touch of soft glitter, rasio produk yang diperlukan: 2:2 (2 stroke Holy Lip Crème : 2 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula glossy lipstick.

Perlu diingat, cara seperti ini jelas mempengaruhi ketahanan produk di bibir. Semakin creamy / glossy produknya, semakin berkurang daya tahannya. Dan karena Holy Lip Polish ‘Luna’ punya warna walaupun sangat sheer, maka warna Holy Lip Crème yang dicampurkan akan menjadi lebih vibrant dibandingkan jika gak pakai Luna sama sekali. So, pick a choice, sesuaikan dengan selera masing-masing. Hehehehe..

Mungkin nantinya LOOKÈ mengeluarkan warna lain untuk Holy Lip Polish akupun gak tau, tapi menurutku this particular shade (Luna) merupakan produk wajib yang perlu kalian punya karena fungsinya yang banyak.

Satu-satunya kelemahan produk ini adalah susah diratakan karena menurutku aplikatornya kurang bisa ngambil produk dengan baik dari dalam botol. Aplikator Lip Polish sama dengan aplikator Lip Crème, seharusnya Lip Polish memiliki aplikator yang lebih panjang dan gepeng supaya bisa dengan mudah mengambil dan menjangkau produk dan mudah pula diratakan di bibir.

LONGEVITY (DAYA TAHAN)

Holy Lip Crème bisa tahan sampai 10 jam tanpa touch up (terbukti ketika event LOOKÉ, aku pakai shade GAIA selama lebih dari 10 jam dari jam 2 siang sampai 12 malam) tanpa bikin bibir terasa kering. Memang tampilannya tidak akan se-perfect jam-jam awal (and this is totally normal though), tapi dengan daya tahan selama itu menurutku produk memiliki performa yang sangat baik. Aku sempat update Insta story dan posting foto-foto event dengan kondisi bibir yang masih terlihat layak dan baik di Instagramku, so you can see it by yourself.

Hanya saja, seperti yang aku bilang… performa produk tidak akan sebaik di jam-jam awal. Memasuki jam minum kopi (pukul 21.00 malam itu, which is udah masuk jam ke-8), lipstik mulai fading terutama di bagian tengah bibir.

Holy Lip Polish sendiri memiliki daya tahan yang jauh lebih pendek karena memang lip gloss gak bisa tahan selama itu di bibir. Sekitar 3-4 jam udah mulai hilang dari bibir, terkecuali kalau dipakai diatas lip cream sebagai topper, life span-nya bisa bertambah menjadi 4-5 jam walaupun yang tersisa di bibir biasanya lapisan tipis dari warna lip creamnya itu sendiri.

PACKAGING

Holy Lip Polish dan Holy Lip Crème memiliki packaging yang sama, yaitu box lebar warna hitam dengan aksen silver & font berwarna putih. Box-nya berbeda dari box packaging biasanya yang dibuat lebih lebar, seperti box SASC Official, VAL, dan lain-lain sehingga terkesan lebih bulky tapi malah menurutku box yang seperti inilah yang collectible. Kalian bisa lihat nama dan deskripsi setiap shade, logo LOOKÉ dan aksen geometrik modern yang memanjang ke bagian samping di bagian depan box, sedangkan di bagian belakang box lengkap berisi: deskripsi produk, ingredients list, manufacturer (produsen), distributor, nomor BPOM, kode produksi, expiry date, official website, period after opening (12 bulan) dan juga label ‘Made in Indonesia’ dan ‘Not Tested on Animal’. Di bagian kanan dan kiri ada keterangan nama produk ‘Holy Lip Crème’ atau ‘Holy Lip Polish’ dan #CelebratingTheNewYou sebagai tagline produk.

[one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] [/one_third_col_last] [one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] e [/one_third_col_last]

✨ INGREDIENTS

Holy Lip Crème:

Isododecane, Cyclomethicone, Mica, Dimethicone, Cera Microcristallina, Titanium Dioxide, Trimethylsiloxysilicate, Dextrin Palmitate, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Silica Dimethyl Silylate, Disteardimonium Hectorite, Phenoxyethanol, Flavour, Propylene Carbonate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol.

Holy Lip Polish:

Hydrogenated Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Diisostearyl Malate, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Tridecyl Trimellitate, Flavour, Calcium Sodium Borosilicate, Phenoxyethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Triethoxycaprylylsilane.

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP CRÈME:

Seperti data diatas, Holy Lip Crème memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate dan juga Titanium Dioxide, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben. Hal yang aku sukai dari LOOKÉ walaupun mereka gak pakai Paraben, tapi mereka juga mengedukasi customer bahwa Paraben is okay. Kalian bisa baca ulasannya di blog-nya LOOKÉ disini.

 

 

 

 

 

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP POLISH:

Sama halnya dengan Holy Lip Crème, Holy Lip Polish juga memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben.

 

 

 

 

 

 

Semua produk LOOKÉ sudah terdaftar di BPOM:

✨ SWATCHES

[masterslider id=”67″]

✨ HARGA DAN PEMBELIAN

Harga: 139,000 dan bisa didapatkan di website official LOOKÉ Cosmetics.

✨ OVERALL REVIEW

[penci_review]

 [:id]Hello!

Gak kerasa udah akhir tahun aja :’) Apa resolusi di tahun ini yang udah tercapai? Kalau aku, insya Allah sih udah sebagian besar tercapai, kecuali tabungan :’) Tapiiii…. inilah yang bikin Resolusi 2018 semakin padat, semakin mantap. Berarti ada hal-hal yang perlu aku koreksi dari diri aku sendiri, dan ada juga yang perlu banget disyukuri karena aku udah ‘naik level’. Makanya, perayaan itu perlu supaya kita lebih semangat lagi. Aku sih sederhana, lebih seneng kumpul sama keluarga karena setahun ini sibuk kerja. Masak liwet ala Sunda, jalan-jalan sehat ke gunung bareng keluarga, dan lain-lain. Kalau kalian gimana guys?

Bertepatan dengan perayaan diri kita yang baru, di tanggal 16 Desember kemarin aku menghadiri launching event-nya LOOKÉ Cosmetics ‘Holy Lip Series’ di Jogja yang memiliki tema yang sama ‘Celebrating the New You’. Kota yang adem, asri, dan ramah! Makanya ketika LOOKÉ menanyakan apakah aku mau, jelas aku jawab “YESSS!”, because Jogja always feels nice dan tentu aja menjadi sebuah kebanggaan untuk terlibat di proses launch sebuah brand. LOOKÉ sendiri adalah brand baru yang memang berasal dari Jogja, dibawah naungan PT. AVO Innovation Technology dengan base company yang juga berada di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. AVO Innovation Technology merupakan perusahaan yang memiliki brand skincare AVOSKIN, aku yakin brand ini udah gak asing lagi karena memang menyasar pasar secara offline maupun online, apalagi banyak beauty influencers & bloggers yang udah review produknya.

ABOUT THE BRAND (LOOKÉ)

Seperti yang aku bilang sebelumnya, LOOKÉ bisa aja baru. Tapi perusahaan yang memilikinya udah eksis dari tahun 2014, dan sudah berhasil dengan Avoskin. So I got a good feeling about this ‘anak bawang‘ brand, baik dalam konsep brand-nya maupun kualitasnya. LOOKÉ akhirnya masuk ke pasar kosmetika Indonesia di bulan Desember 2017, masih fresh off the boat! Produk satu-satunya LOOKÉ, Holy Lip Series sudah terdaftar di BPOM, serta membawa label ‘Cruelty Free‘, Vegan, Halal, Sulfate Free, dan Paraben Free.

Klaim Produk (HOLY LIP CRÈME):

Holy Lip Crème will give a true matte finished look. It’s lightweight and last for hours. With additional of nourishing ingredients, it’ll give non-drying feeling and glide smoothly on your lips.

Klaim Produk (HOLY LIP POLISH):

Holy Lip Polish is a glossy liquid lipstick formulated with vitamin E and shea butter to moisturize and protects your lips all day long. The shine finish in this formula will give a voluminous effect to your lips without any stickiness.

INSPIRASI PRODUK

LOOKÉ Holy Lip Crème is heavily influenced by Greek’s goddesses / dewi dalam mitologi Yunani. Sebut aja Hebe, Gaia, Thalia, dan Irene. Hebe (baca: Hi-bi), adalah anak dari Zeus dan Hera dan juga istri dari Herkules. Hebe merupakan goddess of youth, atau dewi masa muda dan memiliki kemampuan ‘meremajakan’. Gaia (baca: gei-a atau gai-a) termasuk ‘angkatan awal’ dewa-dewi Yunani, yang merepresentasikan Mother Earth atau planet Bumi dan sebagai ‘ibu dari semua’, sehingga ia dianggap sebagai dewi Bumi yang utama. Thalia adalah putri dari Zeus, dan salah satu dari three Graces bersama dua saudara perempuannya Aglaea dan Euphrosyne. Thalia merupakan goddess of festivity atau ‘dewi perayaan dan perjamuan’, yang dimana ia selalu terlihat berdansa bersama dua saudara perempuannya di setiap perayaan. Irene /Eirene (i-ri-ni / ai-ri-ni) merupakan dewi kedamaian, dan sangat dikenal luas oleh masyarakat Athena.

FORMULA

Karena Holy Lip Series memiliki dua produk: Holy Lip Créme dan Holy Lip Polish, maka penjelasan mengenai formula akan aku bagi menjadi 2 poin ya..

  • HOLY LIP CRÈME

Brand kosmetik jaman now kayaknya merasa belum lengkap kalau belum rilis produk yang masih happening: Lip Cream / Liquid Lipstick. Enggak salah sama sekali kok, malah menurutku sih ‘The More, The Merrier’. Giliran brand-nya sendiri yang mesti pinter berinovasi agar produk gak sama aja kayak yang lain’. Because we all know, nothing can beat stagnancy except innovation. Kalau gitu-gitu aja, rasanya percuma. Bener ‘kan?

As a disclosure, LOOKÉ Holy Lip Series diproduksi di PT. Cedefindo. Banyak banget brand yang private labelling produknya disini. Beberapa diantaranya memang jadi favoritku karena kualitas formulasinya yang baik. Hanya aja… dari sekian banyak brand yang punya produk lip cream dan diproduksi di Cedefindo, formulanya gak ada yang benar-benar mirip satu sama lain. Termasuk LOOKÉ ini.

LOOKÉ Holy Lip Crème memiliki formula yang creamy dengan finish semi transferproof matte. Sekali ulas, produk udah bisa menutup warna asli kulit karena bisa dibilang cukup banyak produk yang nempel di aplikator. Kualitas produknya sendiri menurutku sangat baik, dimana pigmentasi, tekstur, dan color payoff-nya seimbang dan sama-sama diatas rata-rata. Pigmentasi yang ditawarkan jelas full, teksturnya sendiri terasa lembut di bibir ketika sudah benar-benar set jadi matte, dan warna yang dihasilkan benar-benar jelas dan tidak ada kecenderungan patchy sama sekali. Oh ya, produk ini oxidize walaupun gak banyak, warnanya bisa jadi sedikit lebih muted dari warna aslinya. Akupun gak heran karena liquid-to-matte lip cream / liquid lipstick memang biasa seperti itu.

Satu hal yang aku bisa pastikan: jika lip cream yang sudah set di bibir kamu pegang-pegang, rasanya tidak akan kasar ataupun terasa ‘hugging‘ banget di bibir sampai seperti ketarik-tarik. Meskipun begitu, Lip cream akan stay dengan baik, tanpa ada rasa lengket sama sekali dan kalau dipegang pun produk yang nempel ke jari gak akan banyak.

Selain itu, Holy Lip Crème memiliki kemampuan fleksibilitas yang sangat baik, sehingga aku ketawa selebar apapun, atau manyun selebay apapun gak bikin produk ‘retak’ di bibir. Holy Lip Crème juga tidak mengaksentuasi (memperjelas) garis-garis bibir, jadi bibir gak terlihat sangat kering padahal pada kenyataannya oke-oke aja.

Untuk wanginya, Holy Lip Crème memiliki wangi khas lip cream yang sangat lembut, bukan wangi artificial / plastik yang bikin pusing. So I think this won’t be a problem at all.

  • HOLY LIP POLISH

Now let’s move on to the Holy Lip Polish, which is a lip gloss! Jujur aja awalnya aku bingung kenapa sih LOOKÉ cuma ngeluarin 1 shade lip gloss aja? Gak sekalian ada 4 gitu biar seimbang? Ternyata Holy Lip Polish ini merupakan multifunction gloss yang bisa dipakai untuk Lip topper (sesuai klaimnya LOOKÉ), dan aku coba bereksperimen dengan mencampur-campurkannya dengan Holy Lip Crème untuk dapetin formula yang ‘baru’. Dengan ngatur rasio Lip Polish dan Lip Crème, aku bisa dapetin formula creamy ataupun satin. Caranya gampang banget, nanti aku share disini ya.

Nah, Holy Lip Polish saat ini hanya memiliki 1 shade, yaitu LUNA untuk merepresentasikan Bulan dalam mitologi Yunani. Kalau disesuaikan dengan mitologi Yunani, Luna bukan cuma dianggap sebagai seorang dewi tapi sebagai perwujudan ilahi (divine embodiment) dan juga ‘pelengkap’ Sol (Matahari) yang diciptakan oleh tuhan. Luna memiliki peran penting dalam mitologi Yunani, begitu juga Luna dalam Holy Lip Polish. Seperti yang aku bilang tadi, Luna Holy Lip Polish memiliki fungsi yang cukup banyak, bukan cuma berperan sebagai classic lip gloss.

Holy Lip Polish ini sheer colored gloss, yang artinya tidak memiliki pigmentasi yang pekat tapi tetap memiliki warna. Makanya Holy Lip Polish di dalam botolnya terlihat seperti lip cream biasa, tapi ketika diulas warna yang dikeluarkan hampir clear. Sifatnya sangat kental dan susah diratakan, sehingga perlu berkali-kali celup supaya bisa bikin full application. On the bright side, Holy Lip Polish gak gampang ‘ngegeser’ apalagi bleedingit will stay.

Luna sendiri punya warna soft pink dengan partikel glitter yang tidak terlalu banyak sehingga kemilau yang dihasilkan gak se-lebay glitterly lip cream / lip gloss, sangat wearable bahkan untuk dipakai sebagai lip topper diatas bare lips!

As promise, jika kalian memutuskan untuk membeli Holy Lip Polish ‘Luna’:

  • Untuk menghasilkan formula creamy lipstick, rasio produk yang diperlukan: 1:2 (1 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula creamy lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula satin lipstick, rasio produk yang diperlukan: 2:1 (2 stroke Holy Lip Crème : 1 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula satin lipstick.
  • Untuk menghasilkan formula colored glossy lipstick with a touch of soft glitter, rasio produk yang diperlukan: 2:2 (2 stroke Holy Lip Crème : 2 stroke Holy Lip Polish). Hasilnya akan terasa lebih seperti formula glossy lipstick.

Perlu diingat, cara seperti ini jelas mempengaruhi ketahanan produk di bibir. Semakin creamy / glossy produknya, semakin berkurang daya tahannya. Dan karena Holy Lip Polish ‘Luna’ punya warna walaupun sangat sheer, maka warna Holy Lip Crème yang dicampurkan akan menjadi lebih vibrant dibandingkan jika gak pakai Luna sama sekali. So, pick a choice, sesuaikan dengan selera masing-masing. Hehehehe..

Mungkin nantinya LOOKÈ mengeluarkan warna lain untuk Holy Lip Polish akupun gak tau, tapi menurutku this particular shade (Luna) merupakan produk wajib yang perlu kalian punya karena fungsinya yang banyak.

Satu-satunya kelemahan produk ini adalah susah diratakan karena menurutku aplikatornya kurang bisa ngambil produk dengan baik dari dalam botol. Aplikator Lip Polish sama dengan aplikator Lip Crème, seharusnya Lip Polish memiliki aplikator yang lebih panjang dan gepeng supaya bisa dengan mudah mengambil dan menjangkau produk dan mudah pula diratakan di bibir.

LONGEVITY (DAYA TAHAN)

Holy Lip Crème bisa tahan sampai 10 jam tanpa touch up (terbukti ketika event LOOKÉ, aku pakai shade GAIA selama lebih dari 10 jam dari jam 2 siang sampai 12 malam) tanpa bikin bibir terasa kering. Memang tampilannya tidak akan se-perfect jam-jam awal (and this is totally normal though), tapi dengan daya tahan selama itu menurutku produk memiliki performa yang sangat baik. Aku sempat update Insta story dan posting foto-foto event dengan kondisi bibir yang masih terlihat layak dan baik di Instagramku, so you can see it by yourself.

Hanya saja, seperti yang aku bilang… performa produk tidak akan sebaik di jam-jam awal. Memasuki jam minum kopi (pukul 21.00 malam itu, which is udah masuk jam ke-8), lipstik mulai fading terutama di bagian tengah bibir.

Holy Lip Polish sendiri memiliki daya tahan yang jauh lebih pendek karena memang lip gloss gak bisa tahan selama itu di bibir. Sekitar 3-4 jam udah mulai hilang dari bibir, terkecuali kalau dipakai diatas lip cream sebagai topper, life span-nya bisa bertambah menjadi 4-5 jam walaupun yang tersisa di bibir biasanya lapisan tipis dari warna lip creamnya itu sendiri.

PACKAGING

Holy Lip Polish dan Holy Lip Crème memiliki packaging yang sama, yaitu box lebar warna hitam dengan aksen silver & font berwarna putih. Box-nya berbeda dari box packaging biasanya yang dibuat lebih lebar, seperti box SASC Official, VAL, dan lain-lain sehingga terkesan lebih bulky tapi malah menurutku box yang seperti inilah yang collectible. Kalian bisa lihat nama dan deskripsi setiap shade, logo LOOKÉ dan aksen geometrik modern yang memanjang ke bagian samping di bagian depan box, sedangkan di bagian belakang box lengkap berisi: deskripsi produk, ingredients list, manufacturer (produsen), distributor, nomor BPOM, kode produksi, expiry date, official website, period after opening (12 bulan) dan juga label ‘Made in Indonesia’ dan ‘Not Tested on Animal’. Di bagian kanan dan kiri ada keterangan nama produk ‘Holy Lip Crème’ atau ‘Holy Lip Polish’ dan #CelebratingTheNewYou sebagai tagline produk.

[one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] [/one_third_col_last] [one_third_col_first] [/one_third_col_first][one_third_col] [/one_third_col][one_third_col_last] e [/one_third_col_last]

✨ INGREDIENTS

Holy Lip Crème:

Isododecane, Cyclomethicone, Mica, Dimethicone, Cera Microcristallina, Titanium Dioxide, Trimethylsiloxysilicate, Dextrin Palmitate, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Silica Dimethyl Silylate, Disteardimonium Hectorite, Phenoxyethanol, Flavour, Propylene Carbonate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol.

Holy Lip Polish:

Hydrogenated Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Diisostearyl Malate, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Tridecyl Trimellitate, Flavour, Calcium Sodium Borosilicate, Phenoxyethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Triethoxycaprylylsilane.

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP CRÈME:

Seperti data diatas, Holy Lip Crème memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate dan juga Titanium Dioxide, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben. Hal yang aku sukai dari LOOKÉ walaupun mereka gak pakai Paraben, tapi mereka juga mengedukasi customer bahwa Paraben is okay. Kalian bisa baca ulasannya di blog-nya LOOKÉ disini.

 

 

 

 

 

Penilaian dari Skincarisma.com untuk HOLY LIP POLISH:

Sama halnya dengan Holy Lip Crème, Holy Lip Polish juga memiliki UV Protection dari Ethylhexyl Methoxycinnamate, Brightening dan wounds healing agent dari Alpha-bisabolol, dan Bebas Sulfate, Alcohol, juga Paraben.

 

 

 

 

 

 

Semua produk LOOKÉ sudah terdaftar di BPOM:

✨ SWATCHES

[masterslider id=”67″]

✨ HARGA DAN PEMBELIAN

Harga: 139,000 dan bisa didapatkan di website official LOOKÉ Cosmetics.

✨ OVERALL REVIEW

[penci_review]

 [:]