Finally, LTPro Longlasting Matte Lip Cream swatches! I know some of you are wondering why I swatched them very late, so I’ll tell you a brief explanation about that.

Aku udah dapatkan 6 shades LTPro Longlasting Matte Lip Cream ini sejak awal Mei dari Nadira pemilik Indo Makeup (sekarang @lipslovin di instagram), dimana lip cream ini udah mulai populer di kalangan pecinta lipstik lokal. Permasalahannya muncul ketika dua shade yang kurang (4&5) susah banget didapatkan. Di beberapa olshop selalu kehabisan, sampai pada akhirnya aku jadi males sendiri untuk cari. Hahaha.. Belum lagi brand-brand lokal yang saling berlomba buat mengeluarkan liquid to matte lipstick, pencarian pun sempat dihentikan sampai beberapa bulan, digantikan dengan pencarian lipstik-lipstik yang jauh lebih mudah untuk dibeli. Beberapa memang langsung diberikan oleh brand atau online shop untuk tujuan review. Nah, kalau sudah dapat full shades seperti ini, jadi mudah untuk direview karena aku biasa berikan full review untuk local brand jika memang sudah dapatkan kesemua shade-nya.

Akhirnya, sampailah pada saat LT Pro mulai mengeluarkan 2 shades baru: nomor 09 & 10, aku mulai cari lagi. Dan betapa beruntungnya aku, setelah aku cari lagi, ternyata shades yang aku butuhkan ada di 1 online shop tokopedia. Yup, guys! What a long journey did I take to get this product, but it’s kinda worth it!

ltpro-lippielust-4

ABOUT THE BRAND

Jadi, apa bedanya LT Pro dan La Tulipe? Walaupun sama-sama dimiliki oleh satu perusahaan bernama PT. Rembaka, ternyata dua merek ini berbeda. Bedanya, La Tulipe menyasar pasar yang lebih luas, dalam artian semua orang bisa pakai. Yang cari produk dekoratif (makeup), ada. Yang cari skincare untuk anti-aging, whitening, anti-acne, ada juga. Yang cari hair care? ada juga! Nah, LT Pro ini adalah professional line dari La Tulipe, produk-produknya pun kebanyakan di produk dekoratif / makeup, dan 1 line khusus anti-aging. LT Pro awalnya diciptakan pada tahun 2006 untuk makeup artis profesional. Tapi setelah sekian lama berkembang, akhirnya pada tahun 2009 produk-produk LT Pro mulai diperkenalkan untuk masyarakat umum. Kalau temen-temen pernah baca reviewku soal Wardah dan Make Over, kalian pasti udah ngerti perbedaannya La Tulipe dan LT Pro (atau La Tulipe Pro).

slider-1650-x-800

Foto diambil dari http://lt-pro.com/

INGREDIENTS

Cyclopentasiloxane. Cyclohexasiloxane. Candelila (Euphorbia cerifera) Wax. Caprylyl Methicone. Silica. Carnauba (Copernicia cerifera) Wax. Cl 77891. (Titanium Dioxade). Astrocaryum Murumuru Seed Butter. Cl 77491 (Iron Oxide Red). Cl 77492 (Iron Dioxide Yellow). Cl 77499 (Iron Dioxide Black). Trimethylsiloxysilicate. Cl 15850 1 (D&C Red No. 7 Ca Lake). Cl 15850 2 (D&C Red No. 6 Barium Lake). Fragrance. Tocopheryl Acetate. Propylparaben. Butylated Hyroxytoluene.

LT Pro Longlasting Matte Lip Cream menggunakan dua jenis pengawet, yaitu Propylparaben dan juga Butylated Hyroxytoluene. Selain berfungsi sebagai pengawet, Butylated Hyroxytoluene juga berfungsi sebagai antioksidan sintetis. Yang menarik perhatian adalah: Astrocaryum Murumuru Seed Butter. Apaan nih? Ternyata, ada penjelasannya!

A non-fragrant vegetable fat that’s nearly solid at room temperature (much like dairy butter). It functions as an emollient ingreident that works to keep moisture in skin and soften its texture. More commonly known as murumuru butter, it is a species of Brazilian palm tree and its benefits are considered similar to palm oil. Unlike palm oil, there’s little research proving murumuru butter is great for dry skin, though as with any butter, it can be considered a good emollient.

( Paula’s Choice Ingredient Dictionary)

Jadi ternyata, Astrocaryum Murumuru Seed Butter adalah lemak tumbuhan yang didapat dari minyak pohon palem Amazon (Brazil), fungsinya adalah sebagai emolien atau sebagai pelembab. Selain itu, LT Pro Longlasting Lip Cream ini juga punya kandungan Chamomile dan juga Vitamin E yang memang, kalau menurut Paula Begoun dari Paula’s Choice, merupakan ‘superstar’-nya antioksidan, atau antioksidan yang paling sering dipakai untuk keperluan kosmetika. Chamomile sendiri selain berfungsi sebagai moderate antioksidan, juga punya efek menenangkan.

Kalau melihat dari ingredients list diatas, kayaknya kita udah punya jawabannya kenapa produk ini enak banget dipakai.

PACKAGING

Produk ini gak punya dus, jadi kalau temen-temen beli pertama kali, jangan kaget. Hehehe. Karena gak pakai dus, maka produknya dibungkus dengan plastik sealer. Aman dan udah bisa dipastikan kalau kamu adalah orang pertama yang pakai. Bentuk tube-nya mirip sama Make Over Intense Matte Lip Cream, bukan berbentuk tabung panjang tapi lebih berbentuk kotak panjang, dan juga pendek. Cukup mudah dan praktis buat dibawa kemana-mana, karena gak makan banyak tempat.

Sayangnya, botolnya punya desain yang menurutku berbeda dari yang lain. Logo ‘LT Pro’ hanya ada di bagian atas tutup botolnya, sedangkan di bagian badan botol hanya ada tulisan LONGLASTING (gede) lalu ‘Matte Lip Cream’. Ingredients list ada di luar plastik pembungkusnya, jadi kalau kamu mau buka, dan ingin mempelajari kandungan lip creamnya, ada baiknya hanya buka plastiknya di bagian atasnya aja. Di bagian bawah ada keterangan nomor shade, berat, dan nama produsen.ltpro-lippielust-1ltpro-lippielust-detail

FORMULA

Oke. Kita mulai masuk ke bahasan yang lebih umum, yaitu soal formula. Menurutku, LT Pro ini memiliki formula yang enak banget ketika dipakai, dengan pigmentasi rata-rata di setiap shade-nya yang medium, namun bisa sampai benar-benar menutup warna bibir walaupun memang butuh waktu.

Pigmentasinya memang butuh effort apalagi kalau kamu termasuk yang mempunyai bibir berwarna gelap, karena akan terlihat patchy atau warna lip cream tidak merata di bibir ketika mengering. Yang paling susah untuk diratakan adalah nomor 07, entah kenapa nomor ini selain punya formula yang lebih cair, pigmentasinya kurang bagus, keringnya lama, juga sangat sulit untuk dibuat rata. Tapi setelah 2-5 menit, lip cream akan mengering dan masih bisa ditumpuk dengan layer baru. Tenang, building it up gak akan bikin bibir terasa berat, malah warnanya jadi merata. Malah menurutku, dua warna yang baru dirilis: 09 & 10, punya pigmentasi yang jauh lebih bagus dari ‘kakak-kakaknya’.

ltpro-lippielust-2

Untuk klaim bahwa lip cream ini punya ‘kemampuan’ soft focus alias blurry look, atau bahasa normalnya punya efek menghilangkan kerut bibir, dan membuat bibir terlihat halus seperti kita pakai Korean lip stains, aku setuju. Tapi, bukan berarti garis-garis bibir akan tertutup semua ya. Hihihi.. Intinya sih, lip cream ini punya kemampuan untuk bisa menutupi kerutan di bibir, menjadikan bibir terlihat penuh.

Hasil akhir yang didapatkan setelah beberapa menit adalah: matte, walaupun tidak benar-benar transferproof. Aku sempat bingung ketika baca-baca review kalau lip cream ini punya hasil akhir transferproof, karena kalau transferproof, itu artinya lipstik tidak bisa menempel dimana-mana. This lip cream really stays, indeed. Gak ‘meleleh’ atau bleeding kemana-mana. Tapi ketika kamu coba smudge pakai jari, maka lipstik akan menempel di sekitar dan juga di jari.

Kamu juga bakalan seneng sama lip cream ini karena sama sekali gak lengket ataupun rontok ketika kering. Cuma untuk yang sensitif terhadap bau, lip cream ini punya fragrance atau pewangi semacam buah-buahan. Menurutku wanginya terlalu kuat namun hanya bertahan di awal, dan akan berangsur-angsur menghilang beberapa saat kemudian.

Poin lainnya yang aku suka: this lip cream leaves stains! Artinya, setelah dipakai berapa lama, walaupun lip creamnya sudah hilang dari bibir, tapi warnanya akan menempel di bibir seharian. Duh, suka deh!

Lalu, apa dong kekurangannya, kok bagus semua reviewnya? Hahaha..

Secara pribadi, aku kurang suka range warnanya. Terlalu terpaku di nude dan pink, seolah-olah karena memang warna-warna itu yang akan ‘laku’ di pasaran. Hehehe.. Jadi begini klasifikasinya:

REDS: Nomor 1 (classic blue-based red), dan nomor 8 (brown-red). Nah yang nomor 8 ini sayangnya di aku lebih kuat coklatnya daripada merahnya, so don’t blame me if I think this product has lack of red options.

PINKS: Ini yang paling banyak, Nomor  02 (bright fuchsia), 04 (deep berry pink), 05 (warm pink), 07 (deep pink), 09 (pink fuchsia with pink micro glitters)

NUDES: Nomor 03 (true nude), Nomor 06 (peachy nude), nomor 10 (reddish nude with gold-pink-silver micro glitters)

Walaupun seri metalik, nomor 09 dan 10 enggak keliatan seperti lipstik metalik. Sepertinya memang berfungsi untuk menambah efek volume bibir, bukan untuk menambah ‘shine’ di bibir. Oh ya, menurut pengalamanku, yang metalik enggak transferproof sama sekali, kecuali kalau lapisan atasnya udah nempel kemana-mana, baru deh lapisan sisanya bisa benar-benar mengering.

Aku harap sih kedepannya LT Pro bisa mengeluarkan shade-shade yang berbau purple (magenta, lavender – why not, LT Pro ‘kan line profesional, pasti banyak dipake untuk couture makeup?), tambah lagi red-nya (orange red, wine red, etc), dan juga deep mauve brown atau taupe (ugh I want this one!), dan juga peachy tones, maybe?

Lalu, kekurangan lainnya… I need names, not numbers. Aku pribadi lebih suka mengingat lipstik sesuai namanya, bukan nomor. Penamaan sebuah produk juga bikin produk terkesan lebih menarik (this is marketing 101). Kamu gak mau produk yang kamu beli terkesan seperti ‘robot’, tapi kamu lebih ingin kenal produk yang kamu pakai lewat namanya. There’s always a story behind naming a product juga sih menurutku, misal, kenapa MAC Russian Roulette dinamai seperti itu? Karena konon katanya, cewek-cewek klasik Russia seneng banget pakai lipstik warna merah deep seperti shade Russian Roulette itu. Kira-kira seperti itu.

LONGEVITY

Untuk ketahanan, karena lip cream ini tidak benar-benar transferproof, maka mungkin akan menghilang dalam waktu yang relatif lebih cepat daripada lip cream transferproof. But one good thing is: lip cream ini meninggalkan stain di bibir, walaupun lapisan awal lip cream sudah menghilang karena dipakai lama, bibir akan tetap terlihat berwarna sampai benar-benar dihapus dengan oil-based makeup remover. Khususnya: shade yang punya warna lebih opaque.

Aku pribadi butuh 2-3x touch up dalam sehari untuk tetap mempertahankan warna lipstik seperti awal.

PRICE

Harganya gimana? 95,000 aja di @lipslovin.

BONUS

Karena aku tau pasti banyak yang tanya perbandingannya dengan Make Over Intense Matte Lip Cream, dilihat dari harga yang hampir sama, serta bentuk yang juga mirip, dan formula yang sama-sama mengusung ‘creamy’ formula, aku breakdown beberapa poinnya aja ya:

  • Make Over Intense Matte Lip cream memiliki warna yang lebih rich dan opaque. Pigmentasinya juga sangat bagus, hanya perlu 1-2 kali celup ke dalam botol untuk mendapatkan produk yang bisa menutupi seluruh area bibir. Sedangkan LT Pro memiliki pigmentasi warna medium, konsistensi formula yang menurutku cenderung tidak sama (ada 1 shade yang terlalu cair dan susah diratakan), produk yang menempel di ujung aplikator tidak banyak sehingga butuh beberapa kali ulas agar bisa menghasilkan aplikasi full untuk menutupi warna bibir.
  • Make Over Intense Matte Lip Cream tidak meninggalkan stain setelah memudar, sedangkan LT Pro Longlasting Matte Lip Cream meninggalkan stain jadi kalaupun gak ada waktu untuk touch up, ya enggak masalah. Hehehe =D
  • Berat bersih LT Pro Longlasting Matte Lip Cream: 8ml, sedangkan Make Over Intense Matte Lip Cream: 6,5ml. Bedanya, walaupun berat bersih Make Over jauh lebih sedikit daripada LT Pro, karena kemampuannya yang dalam 1-2x aplikasi bisa langsung menutup warna bibir tanpa nyelup-nyelup lagi ke dalam tube-nya, maka menurutku dengan berat 6,5ml pun lebih dari cukup. Berbeda dengan LT Pro yang memang perlu beberapa kali ulas untuk bisa dapatkan full coverage.

SWATCHES

[masterslider id=”20″]

Finally, LTPro Longlasting Matte Lip Cream swatches! I know some of you are wondering why I swatched them very late, so I’ll tell you a brief explanation about that.

Aku udah dapatkan 6 shades LTPro Longlasting Matte Lip Cream ini sejak awal Mei dari Nadira pemilik Indo Makeup (sekarang @lipslovin di instagram), dimana lip cream ini udah mulai populer di kalangan pecinta lipstik lokal. Permasalahannya muncul ketika dua shade yang kurang (4&5) susah banget didapatkan. Di beberapa olshop selalu kehabisan, sampai pada akhirnya aku jadi males sendiri untuk cari. Hahaha.. Belum lagi brand-brand lokal yang saling berlomba buat mengeluarkan liquid to matte lipstick, pencarian pun sempat dihentikan sampai beberapa bulan, digantikan dengan pencarian lipstik-lipstik yang jauh lebih mudah untuk dibeli. Beberapa memang langsung diberikan oleh brand atau online shop untuk tujuan review. Nah, kalau sudah dapat full shades seperti ini, jadi mudah untuk direview karena aku biasa berikan full review untuk local brand jika memang sudah dapatkan kesemua shade-nya.

Akhirnya, sampailah pada saat LT Pro mulai mengeluarkan 2 shades baru: nomor 09 & 10, aku mulai cari lagi. Dan betapa beruntungnya aku, setelah aku cari lagi, ternyata shades yang aku butuhkan ada di 1 online shop tokopedia. Yup, guys! What a long journey did I take to get this product, but it’s kinda worth it!

ltpro-lippielust-4

ABOUT THE BRAND

Jadi, apa bedanya LT Pro dan La Tulipe? Walaupun sama-sama dimiliki oleh satu perusahaan bernama PT. Rembaka, ternyata dua merek ini berbeda. Bedanya, La Tulipe menyasar pasar yang lebih luas, dalam artian semua orang bisa pakai. Yang cari produk dekoratif (makeup), ada. Yang cari skincare untuk anti-aging, whitening, anti-acne, ada juga. Yang cari hair care? ada juga! Nah, LT Pro ini adalah professional line dari La Tulipe, produk-produknya pun kebanyakan di produk dekoratif / makeup, dan 1 line khusus anti-aging. LT Pro awalnya diciptakan pada tahun 2006 untuk makeup artis profesional. Tapi setelah sekian lama berkembang, akhirnya pada tahun 2009 produk-produk LT Pro mulai diperkenalkan untuk masyarakat umum. Kalau temen-temen pernah baca reviewku soal Wardah dan Make Over, kalian pasti udah ngerti perbedaannya La Tulipe dan LT Pro (atau La Tulipe Pro).

slider-1650-x-800

Foto diambil dari http://lt-pro.com/

INGREDIENTS

Cyclopentasiloxane. Cyclohexasiloxane. Candelila (Euphorbia cerifera) Wax. Caprylyl Methicone. Silica. Carnauba (Copernicia cerifera) Wax. Cl 77891. (Titanium Dioxade). Astrocaryum Murumuru Seed Butter. Cl 77491 (Iron Oxide Red). Cl 77492 (Iron Dioxide Yellow). Cl 77499 (Iron Dioxide Black). Trimethylsiloxysilicate. Cl 15850 1 (D&C Red No. 7 Ca Lake). Cl 15850 2 (D&C Red No. 6 Barium Lake). Fragrance. Tocopheryl Acetate. Propylparaben. Butylated Hyroxytoluene.

LT Pro Longlasting Matte Lip Cream menggunakan dua jenis pengawet, yaitu Propylparaben dan juga Butylated Hyroxytoluene. Selain berfungsi sebagai pengawet, Butylated Hyroxytoluene juga berfungsi sebagai antioksidan sintetis. Yang menarik perhatian adalah: Astrocaryum Murumuru Seed Butter. Apaan nih? Ternyata, ada penjelasannya!

A non-fragrant vegetable fat that’s nearly solid at room temperature (much like dairy butter). It functions as an emollient ingreident that works to keep moisture in skin and soften its texture. More commonly known as murumuru butter, it is a species of Brazilian palm tree and its benefits are considered similar to palm oil. Unlike palm oil, there’s little research proving murumuru butter is great for dry skin, though as with any butter, it can be considered a good emollient.

( Paula’s Choice Ingredient Dictionary)

Jadi ternyata, Astrocaryum Murumuru Seed Butter adalah lemak tumbuhan yang didapat dari minyak pohon palem Amazon (Brazil), fungsinya adalah sebagai emolien atau sebagai pelembab. Selain itu, LT Pro Longlasting Lip Cream ini juga punya kandungan Chamomile dan juga Vitamin E yang memang, kalau menurut Paula Begoun dari Paula’s Choice, merupakan ‘superstar’-nya antioksidan, atau antioksidan yang paling sering dipakai untuk keperluan kosmetika. Chamomile sendiri selain berfungsi sebagai moderate antioksidan, juga punya efek menenangkan.

Kalau melihat dari ingredients list diatas, kayaknya kita udah punya jawabannya kenapa produk ini enak banget dipakai.

PACKAGING

Produk ini gak punya dus, jadi kalau temen-temen beli pertama kali, jangan kaget. Hehehe. Karena gak pakai dus, maka produknya dibungkus dengan plastik sealer. Aman dan udah bisa dipastikan kalau kamu adalah orang pertama yang pakai. Bentuk tube-nya mirip sama Make Over Intense Matte Lip Cream, bukan berbentuk tabung panjang tapi lebih berbentuk kotak panjang, dan juga pendek. Cukup mudah dan praktis buat dibawa kemana-mana, karena gak makan banyak tempat.

Sayangnya, botolnya punya desain yang menurutku berbeda dari yang lain. Logo ‘LT Pro’ hanya ada di bagian atas tutup botolnya, sedangkan di bagian badan botol hanya ada tulisan LONGLASTING (gede) lalu ‘Matte Lip Cream’. Ingredients list ada di luar plastik pembungkusnya, jadi kalau kamu mau buka, dan ingin mempelajari kandungan lip creamnya, ada baiknya hanya buka plastiknya di bagian atasnya aja. Di bagian bawah ada keterangan nomor shade, berat, dan nama produsen.ltpro-lippielust-1ltpro-lippielust-detail

FORMULA

Oke. Kita mulai masuk ke bahasan yang lebih umum, yaitu soal formula. Menurutku, LT Pro ini memiliki formula yang enak banget ketika dipakai, dengan pigmentasi rata-rata di setiap shade-nya yang medium, namun bisa sampai benar-benar menutup warna bibir walaupun memang butuh waktu.

Pigmentasinya memang butuh effort apalagi kalau kamu termasuk yang mempunyai bibir berwarna gelap, karena akan terlihat patchy atau warna lip cream tidak merata di bibir ketika mengering. Yang paling susah untuk diratakan adalah nomor 07, entah kenapa nomor ini selain punya formula yang lebih cair, pigmentasinya kurang bagus, keringnya lama, juga sangat sulit untuk dibuat rata. Tapi setelah 2-5 menit, lip cream akan mengering dan masih bisa ditumpuk dengan layer baru. Tenang, building it up gak akan bikin bibir terasa berat, malah warnanya jadi merata. Malah menurutku, dua warna yang baru dirilis: 09 & 10, punya pigmentasi yang jauh lebih bagus dari ‘kakak-kakaknya’.

ltpro-lippielust-2

Untuk klaim bahwa lip cream ini punya ‘kemampuan’ soft focus alias blurry look, atau bahasa normalnya punya efek menghilangkan kerut bibir, dan membuat bibir terlihat halus seperti kita pakai Korean lip stains, aku setuju. Tapi, bukan berarti garis-garis bibir akan tertutup semua ya. Hihihi.. Intinya sih, lip cream ini punya kemampuan untuk bisa menutupi kerutan di bibir, menjadikan bibir terlihat penuh.

Hasil akhir yang didapatkan setelah beberapa menit adalah: matte, walaupun tidak benar-benar transferproof. Aku sempat bingung ketika baca-baca review kalau lip cream ini punya hasil akhir transferproof, karena kalau transferproof, itu artinya lipstik tidak bisa menempel dimana-mana. This lip cream really stays, indeed. Gak ‘meleleh’ atau bleeding kemana-mana. Tapi ketika kamu coba smudge pakai jari, maka lipstik akan menempel di sekitar dan juga di jari.

Kamu juga bakalan seneng sama lip cream ini karena sama sekali gak lengket ataupun rontok ketika kering. Cuma untuk yang sensitif terhadap bau, lip cream ini punya fragrance atau pewangi semacam buah-buahan. Menurutku wanginya terlalu kuat namun hanya bertahan di awal, dan akan berangsur-angsur menghilang beberapa saat kemudian.

Poin lainnya yang aku suka: this lip cream leaves stains! Artinya, setelah dipakai berapa lama, walaupun lip creamnya sudah hilang dari bibir, tapi warnanya akan menempel di bibir seharian. Duh, suka deh!

Lalu, apa dong kekurangannya, kok bagus semua reviewnya? Hahaha..

Secara pribadi, aku kurang suka range warnanya. Terlalu terpaku di nude dan pink, seolah-olah karena memang warna-warna itu yang akan ‘laku’ di pasaran. Hehehe.. Jadi begini klasifikasinya:

REDS: Nomor 1 (classic blue-based red), dan nomor 8 (brown-red). Nah yang nomor 8 ini sayangnya di aku lebih kuat coklatnya daripada merahnya, so don’t blame me if I think this product has lack of red options.

PINKS: Ini yang paling banyak, Nomor  02 (bright fuchsia), 04 (deep berry pink), 05 (warm pink), 07 (deep pink), 09 (pink fuchsia with pink micro glitters)

NUDES: Nomor 03 (true nude), Nomor 06 (peachy nude), nomor 10 (reddish nude with gold-pink-silver micro glitters)

Walaupun seri metalik, nomor 09 dan 10 enggak keliatan seperti lipstik metalik. Sepertinya memang berfungsi untuk menambah efek volume bibir, bukan untuk menambah ‘shine’ di bibir. Oh ya, menurut pengalamanku, yang metalik enggak transferproof sama sekali, kecuali kalau lapisan atasnya udah nempel kemana-mana, baru deh lapisan sisanya bisa benar-benar mengering.

Aku harap sih kedepannya LT Pro bisa mengeluarkan shade-shade yang berbau purple (magenta, lavender – why not, LT Pro ‘kan line profesional, pasti banyak dipake untuk couture makeup?), tambah lagi red-nya (orange red, wine red, etc), dan juga deep mauve brown atau taupe (ugh I want this one!), dan juga peachy tones, maybe?

Lalu, kekurangan lainnya… I need names, not numbers. Aku pribadi lebih suka mengingat lipstik sesuai namanya, bukan nomor. Penamaan sebuah produk juga bikin produk terkesan lebih menarik (this is marketing 101). Kamu gak mau produk yang kamu beli terkesan seperti ‘robot’, tapi kamu lebih ingin kenal produk yang kamu pakai lewat namanya. There’s always a story behind naming a product juga sih menurutku, misal, kenapa MAC Russian Roulette dinamai seperti itu? Karena konon katanya, cewek-cewek klasik Russia seneng banget pakai lipstik warna merah deep seperti shade Russian Roulette itu. Kira-kira seperti itu.

LONGEVITY

Untuk ketahanan, karena lip cream ini tidak benar-benar transferproof, maka mungkin akan menghilang dalam waktu yang relatif lebih cepat daripada lip cream transferproof. But one good thing is: lip cream ini meninggalkan stain di bibir, walaupun lapisan awal lip cream sudah menghilang karena dipakai lama, bibir akan tetap terlihat berwarna sampai benar-benar dihapus dengan oil-based makeup remover. Khususnya: shade yang punya warna lebih opaque.

Aku pribadi butuh 2-3x touch up dalam sehari untuk tetap mempertahankan warna lipstik seperti awal.

PRICE

Harganya gimana? 95,000 aja di @lipslovin.

BONUS

Karena aku tau pasti banyak yang tanya perbandingannya dengan Make Over Intense Matte Lip Cream, dilihat dari harga yang hampir sama, serta bentuk yang juga mirip, dan formula yang sama-sama mengusung ‘creamy’ formula, aku breakdown beberapa poinnya aja ya:

  • Make Over Intense Matte Lip cream memiliki warna yang lebih rich dan opaque. Pigmentasinya juga sangat bagus, hanya perlu 1-2 kali celup ke dalam botol untuk mendapatkan produk yang bisa menutupi seluruh area bibir. Sedangkan LT Pro memiliki pigmentasi warna medium, konsistensi formula yang menurutku cenderung tidak sama (ada 1 shade yang terlalu cair dan susah diratakan), produk yang menempel di ujung aplikator tidak banyak sehingga butuh beberapa kali ulas agar bisa menghasilkan aplikasi full untuk menutupi warna bibir.
  • Make Over Intense Matte Lip Cream tidak meninggalkan stain setelah memudar, sedangkan LT Pro Longlasting Matte Lip Cream meninggalkan stain jadi kalaupun gak ada waktu untuk touch up, ya enggak masalah. Hehehe =D
  • Berat bersih LT Pro Longlasting Matte Lip Cream: 8ml, sedangkan Make Over Intense Matte Lip Cream: 6,5ml. Bedanya, walaupun berat bersih Make Over jauh lebih sedikit daripada LT Pro, karena kemampuannya yang dalam 1-2x aplikasi bisa langsung menutup warna bibir tanpa nyelup-nyelup lagi ke dalam tube-nya, maka menurutku dengan berat 6,5ml pun lebih dari cukup. Berbeda dengan LT Pro yang memang perlu beberapa kali ulas untuk bisa dapatkan full coverage.

SWATCHES

[masterslider id=”20″]