[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Let’s reflect a little bit on our work life. Apakah kamu pernah mengalami moment di mana kamu tiba-tiba menjadi seperti enggak mampu melakukan apapun? Kamu merasa stuck dalam kantor; pikiran dan tubuh seperti enggak mendukung untuk menggerakan kamu? Tenang, hal ini sering terjadi terhadap pekerja di kantor maupun di rumah (WFH), jadi, enggak ada yang salah kok sama keadaan kamu. Kamu hanya butuh melakukan beberapa hal dalam upaya untuk bebas dari Productivity Paralysis ini, however, sebelum kita bahas itu, kita harus bahas terdahulu tentang kemungkinan penyebabnya.

Nah, hampir semua penyebab Productivity Paralysis berkaitan dengan pikiran dan mental state. Ya, bagian kecil dalam tempurung kita ini memiliki pengaruh yang begitu besar terhadap keseharian kita, lho. [/vc_column_text][vc_column_text]

Work Clutter

Satu, dua, sampai tiga pekerjaan masih terasa bearable saat dikerjakan dalam waktu yang bersamaan atau saat pekerjaan-pekerjaan tersebut “mengantri” dalam to-do list kamu, but anything more than that (tergantung setiap individu juga siih), kamu mungkin mulai merasa overwhelmed. Jumlah pekerjaan pending yang begitu banyak mungkin sulit untuk kamu atur prioritasnya, alhasil, kamu akan merasa “dibekukan” alias “nge-freeze” karena terlalu bingung di mana kamu harus mulai mengatur. [/vc_column_text][vc_message message_box_style=”outline” message_box_color=”green” icon_fontawesome=”fas fa-check-circle”]SOLUTION

Take a breath dan mulai buat sebuah to-do list yang ringkas dan jelas. Secara perlahan, tentukan pekerjaan mana yang harus diselesaikan dahulu. Kuncinya adalah: jangan terburu-buru dan selesaikan pekerjaan satu per satu. Dalam kondisi mental seperti ini, multi-tasking bukanlah suatu hal yang dapat memudahkan pekerjaan.[/vc_message][vc_column_text]

Undesired Environment

Setiap pekerja memiliki jenis lingkungan pilihannya masing-masing; ada yang suka bekerja dalam keramaian, ada juga yang suka bekerja dalam kesepian. Ada yang suka bekerja di sebuah open space, ada juga yang suka bekerja dalam sebuah cubicle. Everyone has a different preference dan saat preference-nya tersebut enggak tercapai, hal itu bisa mempengaruhi semangat mental yang ia punya untuk pekerjaannya. Untuk mereka yang enggak nyaman berada dalam lingkungan kerjanya, productivity paralysis akan sangat mungkin terjadi.[/vc_column_text][vc_message message_box_style=”outline” message_box_color=”green” icon_fontawesome=”fas fa-check-circle”]SOLUTION

Kalau kamu berada di kantor yang fleksibel dan membolehkan kamu untuk bekerja di bagian kantor manapun, atau mungkin kamu bekerja dari rumah, gunakan kesempatan ini untuk mencari spot bekerja yang sesuai dengan kenyamanan kamu. Backyard, pantry, lounge, anywhere you please!

Kalau kamu berada di kantor yang membatasi area bekerja, kamu bisa banget menggunakan headset dan memutar lagu yang bisa membuat kamu merasa nyaman seperti berada di tempat lain. Ambience instrumental adalah my go-to playlist; kalau aku ingin merasa seperti di pantai, aku akan memutar ambience pantai. Try it out! It really helps! [/vc_message][vc_column_text]

Tiring Constancy

Seorang pekerja yang ambisius dan punya semangat tinggi pun bisa saja tertimpa Productivity Paralysis; kinerja mereka yang begitu konstan berada di level yang memuaskan justru bisa jadi jurang yang dinamakan “overwork” atau “burnout” yang lalu bisa dengan mudahnya menjadi sebuah productivity paralysis.

Overwork atau burnout terjadi karena kurangnya “istirahat”. Ibaratnya, pekerja tersebut memiliki RAM yang digunakan tanpa dimatikan sejenak pun; hasilnya? RAM akan rusak; karena ini lah pekerja bisa dengan mudah mengalami productivity paralysis di mana mereka terlalu lelah secara mental untuk maju melakukan pekerjaan apapun. [/vc_column_text][vc_message message_box_style=”outline” message_box_color=”green” icon_fontawesome=”fas fa-check-circle”]SOLUTION

Don’t take your weekends for granted, guys. Gunakan weekend untuk beristirahat atau bersosialisasi dengan orang-orang terdekat, whichever fills up your battery because the term “introvert” and “extrovert” do exist.  

Kalau weekend saja enggak cukup, dan kamu mungkin butuh extend libur beberapa hari, gunakan hak cuti kamu. Seriously, cuti untuk mental health is a real thing and it really does help with your performance at work! Setelah beristirahat dengan cukup, kamu akan kembali seperti karyawan baru lagi yang mempunyai energi penuh untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan berat apapun itu. [/vc_message][vc_column_text]Productivity Paralysis really does exist. However, kamu enggak perlu takut! Kamu hanya butuh melambat sedikit, beristirahat, dan mulai lagi dari awal dengan pelan-pelan dan hati-hati. Lambat laun, kamu akan menemukan momentum yang tepat untuk kickstart your engine again.

So, setelah membaca artikel ini, apakah kamu sudah berhasil menemukan penyebab productivity paralysis kamu? Atau mungkin kamu sudah menemukan cara untuk mencegahnya? [/vc_column_text][vc_separator border_width=”5″][vc_column_text]References

Bakar, F. (2022, May 23). Overworking Is Actually Making Your Productivity Paralysis Worse. HuffPost UK. Retrieved March 20, 2023, from https://www.huffingtonpost.co.uk/entry/productivity-paralysis-shouldnt-result-in-overworking_uk_62835ea6e4b0c2dce654642e

Tackling Productivity Paralysis – A Better Workday Productivity Courses. (n.d.). Better Workday. Retrieved March 20, 2023, from https://abetterworkday.com/tackling-productivity-paralysis/[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]