Saat mendengar frasa “ibu rumah tangga”, apa yang muncul di pikiran kamu? Sebuah identitas? Sebuah label untuk para wanita? Sekedar sebuah sebutan? Apapun hal yang muncul, ada satu implikasi yang perlu di-highlight: profesi. Yups, it’s a legit profession.

Sampai hari ini, ibu rumah tangga masih dilirik sebelah mata oleh hampir semua orang. Konsep yang selama ini kita ketahui tentang mereka adalah wanita stay-at-home yang sekedar melakukan aktivitas harian. Setelah ditelusuri, ternyata enggak sesederhana itu, lho.

Ada alasannya mengapa ibu rumah tangga perlu dianggap sebagai “profesi”. It’s hard work, guys. Supaya terbayang, kita intip jabaran “jobdesc”-nya a.k.a peran apa saja yang harus seorang ibu rumah tangga dalami selama menjalani pekerjaannya. Di sini, asumsinya adalah ibu rumah tangga tradisional di mana pasangannya fokus pada pekerjaannya sendiri dan tanpa bantuan asisten rumah tangga, yaa:

1. Finance

Ibu rumah tangga yang dipercaya untuk mengatur keuangan keluarga pasti akan menganggap peran ini menantang. Mereka harus mampu berhitung dengan baik, menggunakan pengetahuannya akan budgeting, accounting, dan finance in general untuk menghasilkan rencana pengeluaran yang baik. Enggak berhenti di situ, lho. Terkadang, ibu rumah tangga juga bertanggung jawab atas hal perbankan, mengurusi semua kendala/kebutuhan perbankan dirinya sendiri ataupun pasangannya. It’s a hustle.

2. Purchasing

Tanggung jawab pembelian barang-barang esensial untuk kelangsungan hidup ada pada ibu rumah tangga. Mereka harus bisa memilih dan memilah barang-barang yang memang akan digunakkan dengan baik demi menjaga kestabilan budget keluarga. Enggak cuma barang doang, mereka juga jadi orang terpercaya dalam hal pembayaran seperti sekolah, air, house maintenance, travel, dan lain-lain yang dilakukan keluarga. If things go wrong in a payment of something, they are most likely to be blamed.

3. House Cleaner

Kebanyakan ibu rumah tangga juga bertanggung jawab atas kebersihan rumahnya, lho. Dari membersihkan printilan barang, furniture, lantai, dapur, dan lain-lain; they do it all.

4. Laundress

Unfortunately, peran yang satu ini hampir selalu menjadi template untuk seorang ibu rumah tangga. Dari mulai mencuci baju, mengeringkan, menyetrika, hingga melipat dan merapikan di dalam lemari. Semakin banyak anggota keluarga, semakin berat pekerjaan ini.

5. Cook

If you tried cooking once, you know how tiring it can get, right? Nah, ini adalah sesuatu yang ibu rumah tangga harus kerjakan setiap hari, lho. Selain masak untuk sarapan dan makan malam, banyak ibu rumah tangga yang juga mempersiapkan makan siang untuk pasangannya di tempat kerja. You’d have to cook twice in the morning and at the same time.

6. Babysitter

Ini khusus untuk ibu rumah tangga yang sudah memiliki anak, ya. Dalam dunia kerja, profesi babysitter itu sendiri memang ada; lalu, bayangkan pekerjaan ini dikerjakan oleh satu orang wanita sambil mengerjakan hal-hal yang lainnya. Mereka harus mengurus anak selama 24/7, mempersiapkan makan (let’s not start with being the nutritionist), busana, memandikan, dan untuk sebagian besar wanita, bahkan harus menjadi driver dengan mengantarkan anaknya tersebut.

7. Guru

Walaupun sudah ada sekolah, terkadang, pembelajaran di rumah juga dibutuhkan, lho, untuk menunjang progres pengetahuan anak. Nah, biasanya, siapa nih yang menggantikan guru di rumah? Ibu rumah tangga. Ibu ini harus tahu materi yang sedang dipelajari anak, menggunakan bahasa yang mudah dipahami, juga harus mengikuti lesson plan yang disediakan sekolah. They’re basically substitute teachers. Menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang sulit. Untungnya, kesadaraan akan hal ini tampak semakin baik dengan munculnya para pasangan ibu yang aktif dalam membantu pekerjaannya.

Di era modern ini, ibu sudah bukan menjadi satu-satunya yang masak, ayah sudah mau menjadi asisten dalam parenting, ibu bisa sesekali mengabaikan kebersihan rumah demi istirahat tanpa keluhan dari pihak lain, dan ibu juga bisa menikmati “me-time” dengan bantuan asisten rumah tangga. There’s so many help that they can get, and they deserve it, karena menjadi ibu rumah tangga itu memang sesulit itu, guys. Untuk sebagian besar ibu rumah tangga yang enggak memiliki privilege untuk mendapatkan bantuan tersebut, harus diakui that they’re a group of wonder women.

Hopefully, ibu rumah tangga bisa berhenti dipandang sebelah mata dan berhenti dinilai sebagai “wanita pengangguran”. Untuk banyak wanita di luar sana, mereka harus mengorbankan kehidupannya sendiri demi menjadi ibu rumah tangga yang selalu hadir, sigap, dan siap. Bagaimana enggak? Pekerjaan ini 24/7, lho; enggak ada libur, enggak ada cuti.